UIN Saizu Purwokerto Jalin Kerjasama dengan 8 Ponpes di Purbalingga
METROJATENG.COM, PURBALINGGA – Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menjalin kerjasama dengan delapan pondok pesantren (ponpes), guna meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam baca tulis Al-Qur’an.
Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan di Gedung Terpadu Kampus II Purbalingga dan menjadi kegiatan pertama yang digelar di kampus II tersebut.
Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof Ridwan menyampaikan, kerjasama dengan pondok pesantren memang penting dilakukan. Mengingat semua mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri diwajibkan memiliki kemampuan dalam baca tulis Al-Qur’an. Karenanya, UIN Saizu bersama kalangan ponpes berkolaborasi melalui program pesantren mitra.
“Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para mahasiswa, khususnya para mahasiswa baru yang akan menempuh pendidikan di Kampus II Purbalingga dalam bidang keagamaan. Karena, para mahasiswa baru merupakan lulusan dari berbagai sekolah dan latar belakang yang berbeda”, ucapnya.
Untuk UIN Saizu kampus 1 di Purwokerto sendiri, sudah menggandeng 40 pondok pesantren mitra. Kompetensi yang diajarkan sudah terstandar, sehingga evaluasi dan batasan-batasan sudah ada.
Menurutnya, kerjasama dengan pesantren mitra diharapkan kedua belah pihak sama-sama mendapat keuntungan atas kerjasama yang telah dilakukan. Perguruan tinggi dan pesantren tentu memiliki kesamaan demi meningkatkan keilmuan mahasiswa, dalam hal syariah, aqidah maupun akhlak.
“Sebelumnya memang ada kewajiban mahasiswa mondok. Namun pada tahun ini pimpinan kampus telah mereview kebijakan tersebut, mahasiswa tidak diwajibkan mondok”, kata Rektor.
Rekognisi
UIN Saizu menerapkan rekognisi pembelajaran pesantren, yakni penghargaan kepada mahasiswa UIN Saizu yang menempuh pendidikan di pesantren. Untuk pendidikan yang diikuti mahasiswa di pesantren dapat dikonversi SKS mata kuliah di UIN Saizu Purwokerto. Kebijakan baru ini semangatnya mendorong minat mahasiswa, baik mahasiswa lama maupun calon mahasiswa untuk bisa menempuh pendidikan di pesantren.
Sementara itu, Mudir Ma’had Aljami’ah UIN Saizu Purwokerto, Dr Nasrudin mengatakan, pihaknya telah melaksanakan ujian Baca Qur’an dan Praktik Ibadah (BQ-PI) yang diikuti sebanyak 1.500 calon mahasiswa. Untuk yang dinyatakan lolos sekitar 62 persen dan bagi mahasiswa yang tidak lolos BQ-PI bisa melakukan bimbingan.
Ada beberapa opsi, yaitu mahasiswa boleh mengikuti bimbingan dengan cara bermukim di pesantren atau mondok atau mahasiswa boleh mengikuti bimbingan namun boleh pulang atau pesantren non mukim.
Comments are closed.