Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

OJK Jateng Dorong Sekolah Jadi Pusat Edukasi Literasi Keuangan

Latih Guru dan OSIS Jadi Duta Literasi Keuangan

METROJATENG.COM, SEMARANG – Maraknya investasi ilegal, pinjaman online ilegal hingga judi online mendorong Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Tengah memperkuat edukasi keuangan di lingkungan sekolah. Melalui program Training of Trainers (ToT), OJK menggandeng guru dan pengurus OSIS untuk menjadi ujung tombak literasi keuangan di kalangan pelajar.

Kegiatan bertema “Guru Berdaya, Pelajar Cerdas Keuangan, Ekosistem Sekolah Cakap Keuangan” itu digelar di Kantor OJK Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Rabu (20/5), dan diikuti peserta secara luring maupun daring dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo mengatakan derasnya perkembangan layanan keuangan digital harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat memahami risiko di sektor keuangan.

“Penguatan literasi keuangan saat ini menjadi semakin penting seiring meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang diikuti dengan meningkatnya berbagai risiko, seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi online, penipuan digital, dan penyalahgunaan data pribadi,” kata Hidayat.

Menurutnya, guru dan pengurus OSIS memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat di lingkungan sekolah. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan sekaligus penggerak edukasi keuangan bagi siswa dan masyarakat sekitar.

“Kami berharap guru dan pengurus OSIS dapat menjadi penggerak edukasi keuangan di sekolah, sehingga terbangun ekosistem literasi keuangan yang luas, terstruktur, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Program ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 sekaligus Kick Off Bulan Literasi Keuangan. OJK bersama para pemangku kepentingan menargetkan sekitar 200 ribu guru di Jawa Tengah dapat dibentuk menjadi “Duta Literasi Keuangan”.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah Johan Hadiyanto menilai literasi keuangan kini menjadi kebutuhan penting di era ekonomi digital.

“Generasi muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, pengambilan keputusan yang bijak, serta kecakapan dalam mengelola keuangan sejak dini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris PGRI Jawa Tengah Saptono Nugrohadi mengapresiasi langkah OJK dalam memberikan pelatihan kepada guru dan pelajar.

Pelatihan tersebut menghadirkan materi tentang pengelolaan keuangan, kewaspadaan terhadap investasi dan pinjaman online ilegal, perlindungan konsumen, sistem pembayaran digital, hingga pengenalan pasar modal dari Bursa Efek Indonesia. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.