PGE Gencarkan Pengeboran Panas Bumi, Bidik Potensi Baru dan Jaga Produksi
METROJATENG.COM, JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) terus mengintensifkan pengeboran di sejumlah wilayah operasional untuk memperkuat pengembangan energi panas bumi. Langkah ini tak hanya ditujukan untuk membuka potensi kapasitas pembangkit baru, tetapi juga menjaga pasokan uap agar pembangkit yang telah beroperasi tetap andal.
Sepanjang 2026, PGE telah melakukan pengeboran lima sumur di tiga wilayah operasional, mencakup pengeboran eksplorasi dan sumur penopang produksi (make-up well). Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya panas bumi secara berkelanjutan.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, pengembangan kapasitas baru harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga keandalan aset yang sudah beroperasi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengeboran sumur penopang produksi untuk mempertahankan ketersediaan uap bagi pembangkit.
“Bagi PGE, menjaga produksi dan ketersediaan pasokan uap sama pentingnya dengan mengembangkan kapasitas baru. Untuk itu, kami terus menjaga keandalan aset panas bumi yang telah beroperasi melalui berbagai langkah, salah satunya pengeboran sumur penopang produksi (make-up well),” ujar Ahmad Yani.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan aset panas bumi dapat memberikan manfaat secara optimal dalam jangka panjang.
Bidik Potensi 55 MW di Lumut Balai
Salah satu fokus pengeboran PGE berada di proyek Lumut Balai, Sumatera Selatan. Di wilayah ini, perusahaan telah menyelesaikan pengeboran sumur LMB 19-3 pada 3 September 2026. Selanjutnya, pengeboran sumur LMB-19.4 dimulai pada 17 September 2026 dengan target kedalaman 2.500 meter.
Pengeboran tersebut menjadi bagian dari pengembangan potensi Lumut Balai Unit 3 yang ditargetkan memiliki kapasitas 55 megawatt (MW). Pengembangan ini membuka peluang bagi PGE untuk menambah kapasitas pemanfaatan energi panas bumi sekaligus memperkuat portofolio energi bersih perusahaan.
Selain Lumut Balai, PGE juga melakukan pengeboran di sejumlah wilayah lainnya. Di proyek Gunung Tiga, pengeboran sumur eksplorasi GTG-B.1 telah diselesaikan pada 9 Juni 2026.
Sementara itu, di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pengeboran sumur penopang produksi UBL-T.1 dimulai pada 17 September 2026.
Aktivitas serupa juga berlangsung di Area Lahendong, Sulawesi Utara. Pengeboran sumur TPS-P1.2 di Tompaso dimulai pada 22 September 2026 dengan target kedalaman sekitar 2.300 meter dan potensi kapasitas sekitar 8 MW.
Rangkaian pengeboran tersebut mencerminkan pendekatan PGE dalam mengelola aset panas bumi, mulai dari mencari sumber daya baru hingga mempertahankan produktivitas lapangan yang telah beroperasi.
Jaga Keandalan Aset dalam Jangka Panjang
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi menjelaskan, pengeboran memiliki peran strategis dalam pengelolaan portofolio panas bumi perusahaan. Pengeboran eksplorasi membuka peluang penemuan sumber daya baru, sedangkan make-up well membantu menjaga pasokan uap untuk mendukung operasi pembangkit.
“Melalui pengeboran eksplorasi dan make-up well, kami membuka peluang untuk menemukan dan mengembangkan potensi panas bumi baru. Sementara melalui pengeboran sumur make-up well, kami menjaga ketersediaan uap untuk mendukung keandalan operasi pembangkit yang telah berjalan,” kata Edwil.
Ia menambahkan, kedua pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi Reservoir & Drilling Management untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya panas bumi secara berkelanjutan.
Di luar aspek teknis, dukungan masyarakat dan para pemangku kepentingan di sekitar wilayah kerja juga menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan pengeboran dan pengembangan lapangan.
Melalui penguatan kegiatan eksplorasi, pengeboran sumur penopang produksi, serta optimalisasi aset yang telah beroperasi, PGE berupaya menjaga kesinambungan produksi sekaligus membuka peluang pertumbuhan kapasitas panas bumi. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan energi bersih dan memperkuat pemanfaatan panas bumi di Indonesia. (*)
Comments are closed.