PGN Raih Penghargaan GCG 2026, Perkuat Tata Kelola di Tengah Disrupsi AI dan Transisi Energi
METROJATENG.COM, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali menorehkan prestasi di bidang tata kelola perusahaan. Subholding Gas Pertamina ini meraih penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance (GCG) Award 2026 dari Warta Ekonomi sebagai bukti konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip tata kelola yang baik, transparan, dan berintegritas.
PGN menerima penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Ethics in Supporting National Energy Diversification and Transition – Oil and Gas Category. Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu menjaga standar tata kelola perusahaan di tengah tantangan global, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana mengatakan, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis secara akuntabel dan berlandaskan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
“Penghargaan ini merupakan hasil dari konsistensi PGN dalam menjalankan roda bisnis secara berintegritas dan transparan. Tahun 2026 membawa lanskap bisnis baru bagi PGN sebagai dampak fragmentasi geopolitik global maupun perkembangan AI yang dapat mendisrupsi kegiatan operasional perusahaan,” ujarnya.
Menurut Eri, PGN merespons tantangan tersebut dengan memperkuat keamanan data, meningkatkan akuntabilitas dalam pemanfaatan teknologi, serta memperkuat kompetensi digital sumber daya manusia tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip GCG.
Sejalan dengan transformasi digital, PGN juga terus mengintegrasikan teknologi AI, analitik data, dan berbagai solusi digital ke dalam proses bisnis maupun layanan pelanggan. Untuk memitigasi risiko digital, perusahaan memperkuat sistem keamanan siber melalui aspek sumber daya manusia, proses, dan teknologi, sekaligus meningkatkan tata kelola teknologi informasi dan kepatuhan terhadap regulasi.
Keamanan digital menjadi salah satu fokus utama perusahaan karena digitalisasi telah diterapkan di seluruh rantai bisnis, mulai dari operasi dan pemeliharaan aset, pengelolaan jaringan gas, hingga layanan pelanggan. Pada 2026, sistem keamanan siber PGN disebut telah mencapai tingkat perlindungan optimal untuk menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi perusahaan.
Selain transformasi digital, PGN juga terus memperkuat penerapan Future-Ready Governance agar setiap inovasi dan keputusan bisnis tetap berjalan secara transparan, akuntabel, serta bebas dari benturan kepentingan.
Di sisi lain, perusahaan tetap menjaga kepatuhan dalam menjalankan berbagai proyek strategis yang mendukung transisi energi. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan jaringan pipa gas bumi, optimalisasi infrastruktur LNG, hingga pengembangan bisnis biomethane sebagai bagian dari langkah menuju bisnis rendah karbon.
Eri menegaskan, penerapan GCG secara berkelanjutan menjadi modal penting bagi PGN untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan menghadapi dinamika industri energi.
“PGN berkomitmen untuk terus mempertahankan standar etika bisnis tertinggi demi mendorong pertumbuhan perusahaan yang bersih, transparan, dan berintegritas dalam memberikan layanan gas bumi bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.