Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Job Fair Banyumas Harus Berdampak Nyata, Setya Arinugroho Dorong Evaluasi hingga Penyerapan Tenaga Kerja

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Penyelenggaraan Job Fair Banyumas yang menyediakan sekitar 2.000 lowongan kerja mendapat apresiasi sebagai salah satu upaya Pemkab Banyumas dalam mengurangi angka pengangguran. Namun, kegiatan tersebut dinilai tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan harus mampu menghasilkan penyerapan tenaga kerja yang benar-benar terukur.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho menegaskan, keberhasilan sebuah job fair tidak cukup diukur dari banyaknya perusahaan peserta maupun jumlah pelamar yang datang. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah berapa banyak pencari kerja yang akhirnya memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi dengan penghasilan yang layak.

“Job fair harus menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan, bukan sekadar kegiatan rutin setiap tahun. Kesempatan kerja yang tersedia harus benar-benar dapat dimanfaatkan oleh tenaga kerja lokal sesuai keahlian yang dimiliki,” tuturnya.

Setya Ari menilai, pengawasan terhadap perusahaan peserta job fair perlu diperkuat agar proses rekrutmen benar-benar berjalan efektif. Ia berharap perusahaan yang membuka lowongan memiliki komitmen untuk menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal.

Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan saat ini tidak hanya berkaitan dengan jumlah lowongan kerja, tetapi juga kesesuaian antara kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan sekolah maupun perguruan tinggi.

Ia mengungkapkan, lulusan SMK dan diploma masih menjadi kelompok penyumbang Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terbesar di Jawa Tengah. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia usaha.

“Kita perlu membangun keterhubungan yang lebih kuat antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri. Selama kesenjangan itu masih terjadi, angka pengangguran akan sulit ditekan secara signifikan,” katanya.

Caption Foto : Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho. (Foto : Ist).

 

Pengangguran Banyumas Masih di Atas Rata-rata Jateng

Meski tingkat pengangguran di Jawa Tengah tercatat turun menjadi 4,24 persen pada November 2025, Setya Ari mengingatkan bahwa kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan seluruh daerah.

Kabupaten Banyumas, masih mencatat angka pengangguran sebesar 6,28 persen atau berada di atas rata-rata provinsi. Data tersebut menjadi sinyal bahwa diperlukan langkah yang lebih konkret agar kesempatan kerja benar-benar dapat menjangkau masyarakat di daerah.

Selain pelaksanaan kegiatan, Ari juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh setelah job fair selesai digelar. Pemerintah daerah diminta melakukan pendataan terhadap peserta yang berhasil diterima bekerja maupun mereka yang belum memperoleh pekerjaan.

Evaluasi tersebut dinilai penting agar pemerintah dapat mengetahui efektivitas penyelenggaraan job fair sekaligus menyusun program lanjutan bagi pencari kerja yang belum terserap.

Di sisi lain, ia juga meminta Pemkab Banyumas mengoptimalkan layanan digital ketenagakerjaan melalui platform SIMAK KERJA MAS yang telah terintegrasi dengan portal Banyumas PAS.

Menurutnya, sistem digital tersebut seharusnya tidak hanya menjadi media penyebaran informasi lowongan kerja, tetapi juga berkembang menjadi pusat layanan ketenagakerjaan yang menyediakan pelatihan daring, informasi kebutuhan industri, hingga pembaruan lowongan secara berkala.

“Portal ketenagakerjaan harus benar-benar aktif memberikan informasi terbaru dan menjadi sarana peningkatan kompetensi bagi masyarakat yang belum berhasil memperoleh pekerjaan,” tegasnya.

Setya Ari menambahkan, keberhasilan menurunkan angka pengangguran tidak boleh hanya menjadi capaian statistik. Menurutnya, indikator utama keberhasilan pemerintah adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat melalui tersedianya lapangan pekerjaan yang berkelanjutan.

Ia berharap seluruh program ketenagakerjaan yang dijalankan pemerintah mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para lulusan baru dan kepala keluarga yang masih kesulitan memperoleh pekerjaan tetap.

“Angka statistik tidak akan berarti apabila masyarakat masih kesulitan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu, pemerintah harus terus mendampingi masyarakat hingga benar-benar memperoleh pekerjaan dan mampu meningkatkan taraf hidupnya,” pungkas Setya Ari. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.