Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Perkuat Digitalisasi Pembayaran, BI Luncurkan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026,

Pengguna QRIS di Jateng Capai 8,72 Juta

METROJATENG.COM, SEMARANG – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat digitalisasi sistem pembayaran melalui program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026 di Jawa Tengah. Program yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) tersebut mengusung tema “Jelajah Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS” sebagai upaya memperluas penggunaan pembayaran digital di masyarakat, khususnya pada sektor kuliner dan UMKM.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng M Noor Nugroho

menyampaikan, QJI 2026 diselenggarakan secara serentak di 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPwDN) Bank Indonesia dan dikemas dalam bentuk kompetisi. Program ini bertujuan memperkuat ekosistem sistem pembayaran digital melalui perluasan penggunaan QRIS, Kartu Kredit Indonesia (KKI), dan BI-FAST, sekaligus meningkatkan sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah, pelaku industri, asosiasi, dan masyarakat dalam mendukung percepatan ekonomi dan keuangan digital nasional.

Selain mendorong transaksi non-tunai, QJI 2026 juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai digitalisasi sistem pembayaran. Materi yang disampaikan mencakup penggunaan QRIS, BI-FAST, elektronifikasi, perlindungan konsumen, hingga pengelolaan risiko transaksi digital.

“Sebagai inovasi, Bank Indonesia menghadirkan QRIS Jelajah Indonesia: The Game, sebuah permainan edukatif berbasis gamifikasi yang mengenalkan berbagai layanan Bank Indonesia, seperti QRIS, BI-FAST, dan Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah. Permainan tersebut menjadi bagian dari misi sekaligus syarat dalam kompetisi QJI 2026,” ujarnya.

Perkembangan digitalisasi sistem pembayaran di Jawa Tengah pun menunjukkan tren yang terus meningkat. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS di Jawa Tengah telah mencapai 8,72 juta pengguna dengan 4,65 juta merchant yang telah menerima pembayaran menggunakan QRIS.

Seiring dengan pertumbuhan tersebut, Bank Indonesia terus memperkuat aspek pelindungan konsumen melalui edukasi, pengawasan, dan koordinasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Komunikasi dan Digital, Kepolisian Daerah Jawa Tengah, serta anggota Satgas PASTI untuk mencegah berbagai aktivitas keuangan ilegal, termasuk penyalahgunaan sistem pembayaran digital.

Edukasi pelindungan konsumen juga diperluas melalui Klinik Pelindungan Konsumen yang menyasar masyarakat umum, mahasiswa, hingga pelaku UMKM agar semakin memahami transaksi digital yang aman. Di sisi lain, BI juga memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar, termasuk melalui layanan kas di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) seperti Karimunjawa.

Dalam meningkatkan literasi masyarakat, Bank Indonesia secara rutin menggelar berbagai program edukasi kebanksentralan, mulai dari BI Mengajar, kuliah umum di perguruan tinggi, kunjungan ke sekolah, hingga penyebarluasan informasi melalui berbagai kanal media sosial. Diseminasi kebijakan juga dilakukan secara berkala bersama pemerintah daerah, OJK, Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

M. Noor Nugroho, menegaskan,  ke depan BI akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga, mendorong transformasi ekonomi daerah, memperluas digitalisasi sistem pembayaran, memperkuat sektor UMKM, serta meningkatkan literasi ekonomi masyarakat.

“Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar M. Noor Nugroho dalam keterangan resminya di Semarang, Kamis (25/6/2026).(*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.