Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Di Tengah Kritik Soal Ketajaman Sikap, PKS Jateng Fokus Perkuat Kaderisasi

METROJATENG.COM, SEMARANG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah menegaskan komitmennya memperkuat kaderisasi partai di tengah kritik publik yang menilai sikap PKS kurang tajam dalam menyikapi sejumlah kebijakan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan  Sekretaris Umum DPW PKS Jawa Tengah, Julisa Ramadhan dalam “Gathering  PKS Jateng Bersama Jurnalis” di Semarang, Minggu (8/3/2026).  Kegiatan silaturahmi Ramadan yang digelar bersama kader dan kalangan media di Semarang menjadi ajang konsolidasi internal sekaligus ruang dialog terkait berbagai dinamika politik yang dihadapi partai.

Julisa, mengatakan kepengurusan baru yang dilantik pada April 2025 saat ini masih fokus pada penguatan internal partai, terutama melalui program kaderisasi. Menurutnya, kaderisasi menjadi prioritas utama agar struktur dan kekuatan organisasi partai semakin solid sebelum menghadapi agenda politik ke depan.

“Sekarang kami belum bicara terlalu jauh soal kemenangan pemilu. Fokus kami adalah memperkuat kader, memperkuat anggota yang sudah ada, dan memperluas jaringan keanggotaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program kaderisasi dilakukan melalui dua pendekatan, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi anggota. Intensifikasi diarahkan untuk memperkuat kualitas kader yang sudah bergabung, sementara ekstensifikasi dilakukan dengan memperluas basis keanggotaan partai di masyarakat.
Selain itu, kader PKS juga didorong untuk aktif dalam kegiatan pelayanan publik sebagai bagian dari upaya memperkuat kedekatan partai dengan masyarakat.

“Pelayanan publik menjadi fokus kegiatan kader saat ini. Kami ingin kader hadir di tengah masyarakat dan menjadi jembatan aspirasi warga,” kata Julisa.

Di sisi lain, PKS juga tidak menampik adanya kritik dari sejumlah pihak yang menilai sikap partai dinilai kurang tajam dalam menyikapi kebijakan pemerintah. Julisa menyebut kritik tersebut sebagai masukan yang penting bagi partai.

“Kami menyadari ada yang menilai PKS kurang tajam dalam menyikapi kebijakan pemerintah. Kritik itu kami terima sebagai bahan evaluasi,” jelasnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah, Muhammad Afif, mengatakan kritik dari media dan masyarakat menjadi pengingat bagi partai untuk terus memperbaiki diri. Menurutnya, peran pengawasan tetap dijalankan oleh fraksi PKS di legislatif.

“Kritik dari teman-teman media menjadi masukan penting bagi kami. Fungsi pengawasan tetap kami jalankan, termasuk dalam rapat-rapat di DPRD untuk memastikan kebijakan pemerintah tetap berpihak pada masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Dedi Andriyatno menegaskan bahwa kader PKS di legislatif tetap berupaya menyuarakan aspirasi masyarakat, meskipun dilakukan dengan pendekatan yang lebih konstruktif.

“Kami tetap menyampaikan aspirasi masyarakat dalam berbagai forum resmi di DPRD. Prinsipnya bagaimana aspirasi itu bisa sampai kepada pemerintah dan menjadi perhatian bersama,” kata Dedi.

Melalui momentum Ramadan ini, PKS Jawa Tengah berharap konsolidasi internal dan penguatan kaderisasi dapat memperkuat peran partai di tengah masyarakat sekaligus menjadi bahan refleksi dalam merespons berbagai dinamika politik ke depan. (*)

Comments are closed.