Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Lonjakan Pembayaran Digital Warnai Awal 2026 di Jawa Tengah, QRIS Makin Mengakar di UMKM

METROJATENG.COM, SEMARANG — Awal tahun 2026 menjadi penanda semakin kuatnya transformasi pembayaran digital di Jawa Tengah. Hingga Januari 2026, transaksi non-tunai melalui berbagai kanal—mulai dari kartu debit, kartu kredit, uang elektronik, hingga Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)—terus mencatatkan pertumbuhan signifikan, baik dari sisi volume maupun nilai transaksi.

Peningkatan ini mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap bergairah, ditopang oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Kondisi tersebut tidak terlepas dari dukungan infrastruktur sistem pembayaran yang disiapkan oleh Bank Indonesia.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Nita Rachmenia, mengatakan kinerja positif ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap transaksi non-tunai.

“Secara kanal, baik kartu debit, kartu kredit, uang elektronik, hingga QRIS, seluruhnya mengalami peningkatan baik dari sisi volume maupun nominal. Ini menegaskan bahwa sistem pembayaran di Jawa Tengah berjalan aman, lancar, dan andal,” ujar Nita.

QRIS menjadi salah satu motor utama pertumbuhan pembayaran digital di Jawa Tengah. Hingga Januari 2026, provinsi ini tercatat sebagai daerah dengan jumlah pengguna QRIS terbanyak ketiga secara nasional. Pertumbuhan pengguna mencapai sekitar 8 persen secara tahunan, atau setara dengan penambahan sekitar 800 ribu hingga mendekati satu juta pengguna baru.

“Pertumbuhan pengguna QRIS di Jawa Tengah sangat solid. Dari sisi volume transaksi, Jawa Tengah berada di peringkat tiga nasional, sementara dari sisi nominal berada di posisi empat besar nasional,” katanya.

Dominasi QRIS di Jawa Tengah juga ditopang oleh kuatnya basis merchant. Lebih dari 72 persen merchant QRIS berasal dari segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga digitalisasi pembayaran semakin dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

“Sebagian besar merchant QRIS di Jawa Tengah berasal dari UMKM. Ini menunjukkan bahwa QRIS benar-benar menjadi alat pembayaran yang inklusif dan mampu mendorong penguatan ekonomi rakyat,” tutur Nita.

Memasuki momentum Ramadan, Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah terus memperluas edukasi dan akseptasi pembayaran digital melalui kampanye, sosialisasi, serta kolaborasi dengan perbankan dan pemerintah daerah.

“Kami akan terus mendorong perluasan penggunaan pembayaran digital agar semakin inklusif dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya UMKM,” pungkasnya.(*)

Comments are closed.