Masyarakat Keluhkan Jalan Vihara Beralih Fungsi, Kemacetan Terjadi Setiap Hari
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Wage (P3W), Muhammad Toha, menilai kondisi Jalan Vihara di kawasan Pasar Wage Purwokerto sudah tidak sesuai dengan fungsi utamanya sebagai jalur lalu lintas. Aktivitas perdagangan yang berlangsung menetap di badan jalan dinilai memicu kemacetan dan mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Jalan itu diperuntukkan bagi kendaraan, bukan untuk tempat berjualan secara menetap. Faktanya sekarang banyak pedagang yang berjualan dari pagi sampai malam, bahkan membangun kios semi permanen,” ujar Toha, Jumat (23/1/2026).
Kesemrawutan Jalan Vihara menjadi sorotan masyarakat karena aktivitas jual beli yang meluber hingga ke badan jalan. Lapak pedagang berjajar di sisi kanan dan kiri, sementara arus kendaraan harus berbagi ruang dengan pembeli dan parkir liar. Kondisi tersebut membuat lalu lintas tersendat, terutama pada jam-jam ramai.
Keluhan juga datang dari warga yang hendak berbelanja ke Pasar Wage. Eni, warga Berkoh, mengaku kesulitan mengakses pintu masuk pasar akibat padatnya Jalan Vihara.
“Masuk ke area pasar saja sulit karena jalan sudah penuh. Kendaraan bercampur dengan aktivitas jual beli di jalan,” katanya.
Toha menambahkan, dampak kemacetan tidak hanya dirasakan pengguna jalan, tetapi juga pedagang yang berjualan di dalam Pasar Wage. Sulitnya akses masuk membuat sebagian pembeli enggan masuk ke pasar, sehingga berpengaruh pada omzet pedagang resmi.
“Pemerintah daerah sebenarnya sudah menyediakan pasar yang luas, ada lantai satu dan dua, dan itu cukup untuk menampung seluruh pedagang. Seharusnya aktivitas jual beli bisa terpusat di dalam pasar,” jelasnya.
Menurutnya, Jalan Vihara sebelumnya pernah diatur sebagai lokasi berjualan sementara dengan waktu terbatas. Namun, kebijakan tersebut kini tidak lagi dijalankan sebagaimana mestinya.
“Dulu sifatnya sementara. Setelah selesai, lapak dibongkar dan jalan kembali normal. Sekarang justru menetap,” tuturnya.
Permasalahan kesemrawutan Jalan Vihara telah berlangsung lama. Pemerintah Kabupaten Banyumas sempat memberlakukan larangan berjualan di ruas jalan tersebut, namun penegakan aturan dinilai belum konsisten.
Masyarakat berharap, pemerintah daerah dan instansi terkait dapat melakukan penataan secara tegas dan berkelanjutan agar fungsi jalan kembali optimal, akses ke Pasar Wage lancar, serta aktivitas ekonomi berjalan tertib dan aman bagi semua pihak.
Comments are closed.