Infrastruktur Dikebut, DPU Taru Rembang Rampungkan Puluhan Kilometer Jalan Sepanjang 2025
METROJATENG.COM, REMBANG – Upaya Pemerintah Kabupaten Rembang dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sepanjang Tahun Anggaran 2025 mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Seluruh paket pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan jalan yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) Kabupaten Rembang telah rampung, dengan total panjang jalan yang ditangani mencapai 47,2 kilometer.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan melalui beragam skema, mulai dari tender, pengadaan langsung, hingga swakelola. Kepala Bidang Bina Marga DPU Taru Kabupaten Rembang, Nugroho, menjelaskan bahwa metode swakelola difokuskan untuk pemeliharaan rutin, sementara pengadaan langsung dan tender digunakan untuk pembangunan maupun peningkatan kualitas jalan.
“Untuk pemeliharaan, kami lebih banyak menggunakan swakelola. Sedangkan pembangunan dan peningkatan jalan dilakukan melalui pengadaan langsung dan tender,” ujar Nugroho.
Ia mengungkapkan, dari total 23 paket pengadaan langsung yang direncanakan pada 2025, sebanyak 22 paket berhasil direalisasikan. Satu paket lainnya terpaksa dibatalkan setelah dilakukan penelusuran kewenangan.
“Ruas jalan yang tercantum dalam judul kegiatan ternyata bukan kewenangan pemerintah kabupaten, sehingga tidak bisa kami kerjakan,” jelasnya.
Dalam menentukan ruas jalan yang akan ditangani, DPU Taru tidak hanya berpatokan pada usulan, tetapi juga menggunakan indikator teknis yang terukur. Setiap tahun, dinas tersebut menyusun data dasar prasarana jalan dan jembatan sebagai bagian dari sistem jaringan jalan daerah. Data ini menjadi acuan untuk menilai tingkat kemantapan jalan, yang merupakan indikator utama dalam penetapan prioritas penanganan.
“Intinya, kami harus memiliki sistem jaringan jalan dan jembatan yang memuat informasi kondisi jalan di Kabupaten Rembang, apakah sudah mantap atau belum. Itu menjadi dasar utama,” terang Nugroho.
Selain kondisi fisik jalan, aspek konektivitas juga menjadi pertimbangan penting. Ruas jalan yang menghubungkan jalan kabupaten dengan jalan nasional maupun provinsi, serta akses menuju fasilitas publik dan pusat kegiatan ekonomi, mendapatkan perhatian lebih.
“Konektivitas ke sekolah, fasilitas kesehatan, perkantoran, pusat perdagangan, industri, pertanian, hingga perikanan juga kami nilai. Dari situ baru ditentukan mana yang menjadi prioritas,” imbuhnya.
Upaya peningkatan kemantapan jalan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pembangunan dan pemeliharaan rutin. Pembangunan difokuskan pada ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat, sementara pemeliharaan rutin bertujuan menjaga kondisi jalan yang sudah baik agar tidak kembali rusak.
“Kalau kondisinya sudah rusak berat, kami lakukan pembangunan. Sedangkan pemeliharaan rutin kami lakukan supaya jalan yang sudah mantap tetap awet dan berfungsi optimal,” tandas Nugroho.
Dengan rampungnya seluruh pekerjaan tersebut, Pemkab Rembang berharap kualitas jaringan jalan daerah semakin meningkat, mendukung mobilitas masyarakat, serta mendorong kelancaran aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Comments are closed.