Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Libur Nataru Berakhir, Polres Demak Perketat Pengamanan Wisata hingga Arus Balik

METROJATENG.COM, DEMAK – Aktivitas masyarakat yang meningkat pada penghujung libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendapat perhatian serius dari Polres Demak. Untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, ratusan personel dikerahkan guna mengamankan objek wisata, fasilitas vital, serta jalur-jalur strategis yang rawan kepadatan lalu lintas di wilayah Kabupaten Demak.

Sejumlah destinasi favorit menjadi fokus utama pengamanan, di antaranya Kompleks Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga, Makam Mbah Mudzakir, Pantai Istambul, hingga berbagai kolam renang dan wahana waterboom yang tersebar di beberapa kecamatan. Lokasi-lokasi tersebut dipadati pengunjung seiring tingginya animo masyarakat memanfaatkan sisa libur panjang.

Tidak hanya kawasan wisata, Polres Demak juga menempatkan personel di objek vital seperti perbankan, pusat perbelanjaan modern, dan pasar tradisional. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang kerap meningkat seiring naiknya aktivitas ekonomi masyarakat.

Kapolres Demak AKBP Ari Cahya menjelaskan bahwa pengamanan diperketat pada hari terakhir libur Nataru karena tingginya mobilitas warga, baik untuk berwisata maupun kembali ke daerah asal. Personel disebar secara merata agar pengawasan berjalan optimal di seluruh wilayah.

“Tempat wisata, baik kawasan religi, situs bersejarah, maupun wahana air, menjadi tujuan utama masyarakat saat libur panjang. Karena itu, kami hadir untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung,” ujar AKBP Ari Cahya, Minggu (4/1/2026).

Selain pengamanan wisata, Polres Demak juga melakukan pengawalan kegiatan ibadah hari Minggu guna menjamin umat dapat beribadah dengan aman dan tenang. Pengamanan arus balik turut menjadi perhatian, terutama di titik rawan kemacetan seperti Exit Tol Kadilangu dan Exit Tol Sayung.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak, khususnya saat berada di lokasi wisata air. Menurutnya, kelalaian pengawasan sering menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati di perjalanan, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama saat terjadi kepadatan arus atau genangan akibat banjir rob,” jelasnya.

Menutup keterangannya, AKBP Ari Cahya mengajak masyarakat untuk mengutamakan keselamatan selama beraktivitas. “Pastikan kondisi tubuh prima, kendaraan layak jalan, dan selalu patuhi peraturan. Keselamatan adalah prioritas utama,” pungkasnya.

Comments are closed.