Modernisasi Transportasi Tradisional, Wakil Ketua DPRD: Kesejahteraan Tukang Becak Harus Terangkat
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Program bantuan 280 becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto bagi para pengayuh becak di Kabupaten Banyumas mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua DPRD Banyumas, Muh. Erlangga Adinugraha, S.M. Bantuan ini dinilai membawa harapan baru dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku transportasi tradisional di daerah tersebut.
Penyerahan becak listrik berlangsung melalui koordinasi pemerintah daerah, yang juga memberikan arahan teknis terkait penggunaan dan perawatannya. Program ini bertujuan meringankan beban fisik para tukang becak yang selama ini mengandalkan kayuhan manual, sekaligus mendukung modernisasi transportasi berbasis energi ramah lingkungan.
Wakil Ketua DPRD Banyumas dari Partai Gerindra, Erik, sapaan Muh. Erlangga Adinugraha, menyambut positif langkah pemerintah pusat tersebut. Ia menilai bahwa bantuan becak listrik bukan hanya bentuk kepedulian, melainkan investasi sosial yang dapat mengangkat taraf hidup para tukang becak.
“Saya sangat mengapresiasi bantuan ini. Becak listrik akan membantu para pengayuh becak bekerja dengan lebih ringan, lebih cepat, dan lebih efisien. Harapannya, pendapatan mereka meningkat dan kesejahteraan keluarga mereka ikut terangkat,” kata Erik, Selasa (2/12/2025).
Ia juga menegaskan bahwa DPRD Banyumas akan mengawal implementasi program ini agar tepat sasaran dan berkelanjutan. Erlangga mengingatkan para penerima agar menjaga amanah tersebut dengan tidak memperjualbelikan becak listrik dan menggunakannya sepenuhnya untuk bekerja.
“Ini adalah fasilitas yang sudah diberikan oleh Pak Presiden Prabowo, sebagai bentuk kepedulian terhadap para tukang becak. Kami berharap para penerima mengelolanya dengan baik. Jangan sampai becak listrik ini disalahgunakan, karena tujuan utamanya adalah membantu meningkatkan pendapatan dan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Sejumlah pengayuh becak yang menerima bantuan mengaku merasa terbantu, terutama karena faktor usia dan stamina sering menjadi kendala dalam pekerjaan sehari-hari. Dengan adanya motor listrik sebagai penggerak, mereka menilai mobilitas menjadi lebih mudah dan waktu tempuh lebih efisien, sehingga memungkinkan mereka melayani lebih banyak penumpang.
Selain memberikan manfaat langsung bagi pekerja informal, program ini juga dianggap sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Penggunaan becak listrik dinilai mampu menjaga identitas budaya becak sebagai transportasi tradisional, namun dengan sentuhan teknologi modern.
Erik menegaskan bahwa pendampingan kepada para penerima akan terus dilakukan, baik dari sisi teknis maupun pengawasan. Evaluasi berkala juga akan diterapkan untuk memastikan bahwa program ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
Comments are closed.