Irwan Hidayat Dedikasikan Trofi SDGs untuk Karyawan
METROJATENG.COM, JAKARTA – Di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto, Gedung Utama Kementerian PPN/Bappenas, sorotan lampu kamera seakan berebut menangkap momen ketika DR (HC) Irwan Hidayat, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, menerima Penghargaan SDGs 2025 dari Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. Tepuk tangan menggema, trofi berkilau, dan nama Sido Muncul diumumkan sebagai salah satu perusahaan yang berkontribusi besar terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Namun pada detik yang sama, hati Irwan justru berjalan ke arah yang berbeda ke tempat yang lebih sunyi, lebih sederhana, dan lebih personal.
“Orang melihat panggung dan kilatan lampu blitz,” tulis Irwan dalam suratnya untuk karyawan setelah acara usai.
“Tapi yang terbayang di hati saya adalah proses panjang, perjuangan yang tidak mudah, dan wajah-wajah kalian.” katanya.
Begitulah cara Irwan memaknai penghargaan, bukan sebagai kemenangan individu, bukan pula sebagai pencapaian korporat semata, tetapi sebagai perjalanan batin yang dibangun bersama orang-orang yang jarang terlihat.
Irwan menyebut mereka tangan-tangan yang bekerja dalam diam, para pekerja yang tidak pernah tampil di foto, tidak pernah dipanggil ke panggung, namun setiap hari menyalakan nyawa perusahaan.
Mereka yang berdiri di pabrik sejak pagi, meracik, mengawasi, memeriksa kualitas, memastikan bahwa jamu bukan hanya produk, tetapi warisan budaya dan kebermanfaatan yang terus dijaga.
Saat nama Sido Muncul dipanggil di panggung, Irwan merasakan kebanggaan yang sulit ia jelaskan. Bukan bangga karena trofi. Tetapi bangga pada perjalanan panjang yang ditempuh bersama orang-orang itu, yang ia sebut keluarga.
Nilai-Nilai yang Tak Pernah Berubah
Dalam surat yang ditulisnya seusai acara, di saat gedung sudah sepi, panggung sudah ditinggalkan, dan gemuruh tepuk tangan sudah berubah menjadi bisikan kenangan, Irwan kembali menegaskan nilai yang selalu menjadi dasar langkah Sido Muncul, yakni “Kejujuran. Ketekunan. Tanggung jawab” terhadap masa depan.
Tiga nilai sederhana yang diwariskan sejak perusahaan ini berdiri. Tiga hal yang ia yakini membuat Sido Muncul bukan sekadar produsen jamu, tetapi bagian dari denyut sosial masyarakat Indonesia.

“Penghargaan SDGs 2025, baginya, adalah pengakuan bahwa perusahaan dapat terus bertumbuh tanpa meninggalkan nilai-nilai itu. Bahwa berbisnis dengan cara yang benar bukan sekadar idealisme, tetapi jalan panjang yang memang harus ditempuh,” katanya.
“Saya teringat kalian semua,” tulisnya lagi. “Yang menjaga kualitas dengan penuh tanggung jawab.” ucapnya.
Ada keharuan yang tak ia sembunyikan. Di balik postur seorang direktur yang lama berkecimpung di dunia jamu, Irwan tetap seorang manusia yang digerakkan oleh rasa syukur terhadap orang-orang di sekelilingnya.
Ia tahu, keberhasilan Sido Muncul bukan lahir dari dirinya seorang. “Kalianlah yang membuat Sidomuncul mampu berbisnis dengan manfaat berkelanjutan,” katanya pelan, seolah mengulang sebuah kebenaran yang tak boleh terlupa.
Di sela kesunyian pasca-acara, Irwan menutup suratnya dengan pesan hangat. Bukan instruksi, bukan arahan korpora, melainkan ungkapan hati seseorang yang merasa beruntung bisa berjalan bersama begitu banyak orang baik.
“Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Semoga kita dapat menyumbangkan yang lebih baik untuk Indonesia,” tulisnya.
Kalimat yang sederhana, tetapi memuat lapisan emosi yang dalam rasa syukur, kerendahan hati, dan keyakinan bahwa apa yang mereka lakukan bukan hanya untuk perusahaan, tetapi untuk sesuatu yang jauh lebih besar.
Lebih dari Sekadar Trofi
Penghargaan SDGs 2025 itu kini mungkin berdiri tenang di ruang kantor Sido Muncul. Kilauannya tak lagi diapit lampu blitz atau tepuk tangan. Namun bagi Irwan Hidayat, trofi itu menyimpan lebih dari sekadar simbol prestasi.
Ia menyimpan perjalanan panjang yang dibangun bersama orang-orang yang tidak selalu terlihat. Ia menyimpan nilai-nilai yang terus dijaga lintas generasi.
Ia menyimpan doa dan harapan bahwa apa yang dikerjakan hari ini menjadi manfaat bagi Indonesia. Dan yang terpenting: ia menyimpan wajah-wajah yang selalu membuat Irwan Hidayat merasa berada di tempat yang benar. (*)
Comments are closed.