Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Dinpertan KP dan DPRD Banyumas Dorong Peningkatan Kualitas Gula Kelapa Lewat Program Dapur Sehat

BERITA ADVETORIAL

METROJATENG.COM, BANYUMAS – Dalam upaya mendorong peningkatan kualitas produksi gula kelapa sekaligus menjaga kesehatan para pengrajin, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) bersinergi dengan DPRD Kabupaten Banyumas kembali meluncurkan program Dapur Sehat Gula Kelapa. Melalui program ini, sebanyak 188 dapur pengolahan mendapatkan bantuan peningkatan sarana agar lebih higienis, aman, dan ramah lingkungan.

Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing produk lokal Banyumas, yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil gula kelapa terbesar di Jawa Tengah. Dengan meningkatnya standar kebersihan, diharapkan produk gula kelapa Banyumas semakin diterima di pasar nasional maupun internasional.

Anggota DPRD Banyumas, Wawan Yuwanda, yang hadir dalam acara sosialisasi pembangunan dapur sehat gula kelapa tersebut mengatakan, sampai saat ini masih banyak dapur pengolahan gula kelapa yang belum higienis. Dimana lantai masih dari tanah, tidak dilengkapi cerobong asap dan kotoran hasil pembakaran berpotensi untuk tercampur ke dalam produk gula kelapa.

Kondisi tersebut, lanjut Wawan, tidak hanya membuat hasil produksi gula kelapa tidak higienis dan berpotensi untuk ditolak pasar, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan pengolah gula kelapa.

“Sebagian besar kondisi dapur gula kelapa masih belum higienis dan ini juga berpotensi mengancam kesehatan, karena pengolahan gula kelapa membutuhkan waktu berjam-jam, minimal 4 jam hingga kalau yang diolah dalam jumlah besar, bisa sampai 8-10 jam. Bayangkan orang sering berada di dapur, tanpa cerobong asal dalam waktu begitu lama, pasti berdampak terhadap kesehatan dalam jangka panjang, orang tersebut berpotensi untuk terkena penyakit ISPA,” terangnya.

Sedangkan dari sisi kebersihan, produksi gula kelapa juga terancam tercampur dengan kotoran. Untuk kotoran yang masih terlihat, bisa dipisahkan dengan mudah. Namun, untuk kotoran yang ukuran mikro dan bercampur dengan gula, maka sulit untuk dipisahkan. Dan dampaknya akan mengancam hasil uji laboratorium, dimana produksi tersebut dinyatakan tidak lolos.

“Sebagian besar dapur gula kelapa masih belum higienis. Banyak yang belum memiliki lantai permanen atau cerobong asap. Padahal, asap hasil pembakaran bisa mencemari produk dan berisiko bagi kesehatan pengrajin,” ujarnya.

Caption Foto : Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas menggelar sosialiasi dapur sehat gula kelapa. (Foto : Dok. Dinpertan KP Banyumas).

 

Tingkatkan Kualitas

Kabid Sarana dan Prasarana Dinpertan KP Banyumas, Imam Pamungkas, menjelaskan sosialisasi pembangunan dapur sehat gula kelapa ini, memang bertujuan untuk menyiapkan tempat produksi gula kelapa yang bersih, sehat dan higienis serta meningkatkan kualitas gula kelapa di tingkat pengrajin. Program ini didanai melalui APBD 2025 dengan alokasi Rp3,5 juta per unit dapur. Dana tersebut disalurkan langsung ke rekening kelompok tani atau gapoktan penerima.

“Pembangunan dilakukan secara swakelola. Kami berharap ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas dan nilai jual gula kelapa Banyumas,” jelasnya.

Adapun penerima bantuan meliputi Gapoktan Sekar Arum Desa Sawangan, Kecamatan Kebasen; Gapoktan Suka Siput Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok; Gapoktan Banar Lestari Mulya Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen; Gapoktan Karya Tani Desa Kaliwedi, Kecamatan Kebasen; Gapoktan Manggar Lestari Desa Binangun, Kecamatan Banyumas; dan Kelompok Tani Tri Widodo Desa Tipar, Kecamatan Rawalo.

Selain memperbaiki infrastruktur dapur, Dinpertan KP juga mengedukasi petani tentang pentingnya sanitasi, pengelolaan limbah, serta penggunaan bahan bakar yang lebih bersih. Program ini diharapkan mampu mengubah cara pandang petani terhadap pengolahan produk, tidak sekadar menghasilkan gula, tetapi juga menjaga standar mutu dan kesehatan lingkungan.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan para pelaku usaha gula kelapa, Banyumas optimistis mampu menjadi contoh daerah penghasil gula kelapa berkualitas tinggi yang berdaya saing. Melalui dapur sehat, para pengrajin bukan hanya menciptakan produk yang manis, tetapi juga masa depan yang lebih manis bagi kesejahteraan mereka sendiri.

Comments are closed.