Pemprov Jateng Gerak Cepat Tangani Pengungsi Banjir Semarang, Dapur Umum Layani Ribuan Porsi Makanan
METROJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat membantu warga yang terdampak banjir di Kota Semarang. Tak hanya mengirim bantuan logistik, Pemprov juga mendirikan sejumlah dapur umum untuk memastikan para pengungsi mendapatkan makanan siap saji setiap hari.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan bahwa pihaknya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar para korban, terutama makanan dan perlengkapan pribadi. Dinsos Jateng juga menyalurkan bantuan family kit, kids ware, kasur lipat, serta logistik lainnya ke sejumlah titik terdampak.
“Kami siapkan logistik untuk yang terdampak banjir, dan kemarin sudah kami distribusikan. Total bantuan untuk Kota Semarang senilai sekitar Rp600 juta, termasuk 4 ton beras, makanan siap saji, dan perlengkapan lain,” jelasnya.
Bersama Kementerian Sosial, Pemprov Jateng mendirikan dapur umum di beberapa lokasi, seperti Kantor Dinsos Jateng dan Kantor Kelurahan Tlogosari Kulon. Di dapur ini, para Taruna Siaga Bencana (Tagana) bahu-membahu menyiapkan berbagai menu makanan.
Kapasitas dapur umum tersebut mencapai 1.000–3.000 bungkus per hari, menyesuaikan kebutuhan di wilayah masing-masing. Di beberapa kelurahan, warga juga mendirikan dapur umum mandiri untuk mempercepat distribusi makanan.
“Bantuan tidak hanya untuk pengungsi, tapi juga untuk petugas lapangan dan tim SAR yang masih beroperasi,” tambah Imam.
Ribuan Warga Terdampak, Sebagian Masih Mengungsi
Dinsos Jateng mencatat, sedikitnya 5.000 jiwa terdampak banjir di Kecamatan Pedurungan. Sementara 99 jiwa mengungsi di sejumlah titik, antara lain di Balai Kelurahan Muktiharjo Kidul, Masjid Kampus USM, dan Masjid Al-Islah di Kecamatan Genuk. Sebagian besar warga lainnya memilih bertahan di rumah masing-masing atau menumpang di rumah kerabat.
Salah satu warga, Ani dari Dempel-Muktiharjo Kidul, mengaku terpaksa mengungsi karena ketinggian air di rumahnya mencapai 90 sentimeter.
“Saya sama keluarga ngungsi ke sini waktu maghrib, takut air tambah naik. Syukurlah di sini disediakan makanan, kasur, dan bantuan lainnya,” ujarnya.
Ani bersama pengungsi lain diantar menggunakan armada jip menuju lokasi pengungsian, di mana mereka mendapat pemeriksaan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang dan bantuan logistik dari petugas Dinsos.
Dinsos Jateng memastikan penanganan bagi pengungsi tidak berhenti pada distribusi logistik. Pemerintah juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
“Penanganan akan terus kami lakukan sampai kondisi benar-benar aman dan warga bisa kembali ke rumah masing-masing,” tutup Imam.
Comments are closed.