OJK Angkat Akses Keuangan Lewat Financial Expo 2025 Purwokerto, Dorong Masyarakat Makin Melek Finansial
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Upaya memperluas akses layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat kembali ditegaskan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui gelaran Financial Expo 2025 di Rita Supermall Purwokerto, Sabtu (18/10/2025). Acara ini menjadi puncak rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang digelar Kantor OJK Purwokerto sejak September 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan bahwa inklusi keuangan bukan hanya soal keterjangkauan layanan, tetapi juga kesesuaian produk dengan kebutuhan masyarakat.
“Kunci inklusi keuangan adalah memastikan masyarakat dapat mengakses layanan yang relevan, mudah, cepat, dan aman. PUJK harus aktif memperluas akses pembiayaan, namun tetap bertanggung jawab,” ujar Friderica saat membuka acara.
Ia menegaskan bahwa OJK mendorong sinergi kuat antara pelaku industri jasa keuangan (PUJK), pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan.
Kolaborasi PUJK–Pemda Banyumas untuk Dorong Ekonomi Lokal
Puncak BIK turut dihadiri oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Wakil Bupati Banyumas, DPRD Banyumas, Kepala OJK Purwokerto, serta Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK).
Dalam sambutannya, Sadewo menyoroti pentingnya kehadiran industri jasa keuangan sebagai mitra pembangunan daerah.
“PUJK bukan hanya penyedia produk, tetapi harus hadir sebagai mitra yang membawa manfaat nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat, terutama sektor UMKM,” ucapnya.
Kepala OJK Purwokerto, Haramain Billady, menambahkan bahwa BIK menjadi momentum untuk mengarahkan masyarakat pada perilaku keuangan yang sehat dan menghindari jeratan pinjol ilegal maupun aksi penipuan finansial.
“Harapannya masyarakat makin paham cara mengelola keuangan, memanfaatkan produk yang tepat, dan terhindar dari praktik keuangan yang merugikan,” tuturnya.
Sejumlah PUJK menyalurkan berbagai program inklusi keuangan secara simbolis, antara lain:
-
Akses permodalan UMKM dari BRI Purwokerto untuk mendukung ketahanan pangan kepada UD Hasil Bumi Lumbung Padi.
-
Pembukaan 515 rekening Simpanan Pelajar oleh BPR BKK Purbalingga untuk siswa SMKN 1 Bukateja.
-
Penyaluran kredit Bawor (KPMR) oleh BPR BKK Purwokerto kepada 37 pedagang di Banyumas.
-
Pembukaan 173 rekening tabungan emas oleh Pegadaian.
-
Pembukaan 282 rekening efek bagi guru melalui program “Guruku Investor Saham” oleh Bursa Efek Indonesia DIY.
-
Penyerahan polis asuransi SIMAS Rumah dan SIMAS Motor oleh Asuransi Sinar Mas kepada salah satu kantor notaris di Purwokerto.
Fin Expo diikuti oleh 16 lembaga jasa keuangan dari sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank, serta 10 UMKM unggulan dari empat kabupaten eks Karesidenan Banyumas.
UMKM peserta merupakan binaan dinas terkait dan lembaga jasa keuangan, menampilkan beragam komoditas unggulan mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk ekonomi kreatif.
Comments are closed.