Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Terminal Berubah Jadi Pasar Sementara, Dishub Pindahkan Halte Trans Jateng ke Pusat Kota Wonogiri

METROJATENG.COM, WONOGIRI – Dampak kebakaran Pasar Kota Wonogiri yang terjadi pada Senin (6/10/2025) dini hari masih terasa hingga kini. Salah satunya adalah pemindahan sementara halte pemberangkatan Bus Trans Jateng rute Wonogiri–Solo serta angkutan kota (angkot) Wonogiri dari Terminal Kota Wonogiri ke Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Nyawiji Wonogiri.

Kebijakan tersebut diterapkan karena area terminal kini dialihfungsikan menjadi pasar darurat untuk menampung ratusan pedagang terdampak kebakaran. Langkah cepat ini diambil agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan, tanpa mengorbankan layanan transportasi publik.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri, Waluyo, mengatakan bahwa keputusan ini merupakan hasil koordinasi lintas instansi yang menyeimbangkan antara kebutuhan ruang berdagang dan kelancaran mobilitas masyarakat.

“ Kami bersama berbagai pihak memutuskan pemindahan halte sementara ke depan MPP Nyawiji. Area terminal digunakan sebagai lokasi jual beli sementara bagi pedagang korban kebakaran. Ini bentuk solidaritas pemerintah sekaligus upaya agar layanan transportasi tidak terhenti,” jelas Waluyo.

Pemkab Wonogiri saat ini juga tengah mengaji rekayasa lalu lintas di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman untuk mengantisipasi potensi kemacetan, terutama pada jam sibuk. Masyarakat diimbau tetap tertib dan mengikuti informasi resmi terkait perubahan rute maupun lokasi halte.

“Kami berupaya agar perubahan ini tidak membingungkan masyarakat. Mohon dukungan dan pengertian semua pihak, karena ini sifatnya sementara sampai terminal dan pasar kembali berfungsi normal,” tambahnya.

Sementara itu, aktivitas perdagangan di pasar darurat sekitar terminal mulai berjalan. Pemerintah daerah berkomitmen menyediakan fasilitas dasar seperti sanitasi, penerangan, dan keamanan bagi para pedagang selama masa pemulihan pasca kebakaran.

Kebakaran Pasar Kota Wonogiri sendiri menghanguskan sebagian besar lapak pedagang pada Senin subuh sekitar pukul 03.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Comments are closed.