Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Kasus PMK Naik Lagi, Pemkab Blora Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

METROJATENG.COM, BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora memperketat pengawasan lalu lintas ternak di seluruh pasar hewan, menyusul kembali merebaknya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah tersebut. Langkah ini menjadi perhatian serius, mengingat dalam sebulan terakhir ditemukan 20 ekor sapi yang positif terjangkit PMK, padahal pada Agustus 2025 kasusnya sempat dinyatakan nihil.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, drh. Rasmiyana, mengatakan, pasar hewan menjadi salah satu titik paling rawan penularan karena banyaknya ternak dari luar daerah yang masuk untuk diperjualbelikan.

“Pasar hewan ini mobilitas sapinya tinggi sekali, banyak yang datang dari luar kota. Karena itu potensi penularan PMK juga besar. Untuk mewaspadai lonjakan kasus, kami akan memperketat pengawasan di semua pasar hewan,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, DP4 Blora menugaskan petugas kesehatan hewan di setiap pintu masuk pasar. Mereka bertugas melakukan pemeriksaan fisik terhadap sapi yang dibawa pedagang, memastikan hewan dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala penyakit menular.

“Petugas kami akan memeriksa satu per satu sapi yang masuk pasar. Kalau ada gejala PMK, seperti luka di mulut, air liur berlebihan, atau kaki pincang, sapi tersebut tidak boleh dijual. Pedagang kami minta untuk membawa pulang ternaknya dan melakukan pengobatan di rumah,” jelasnya.

Rasmiyana menegaskan, langkah ini dilakukan bukan semata untuk menekan angka kasus PMK, tetapi juga untuk melindungi peternak agar tidak mengalami kerugian ekonomi. Ia mengingatkan bahwa menjual sapi sakit justru bisa memperluas penularan dan menimbulkan kerugian lebih besar bagi pelaku usaha ternak.

“Kami ingin mencegah penyakit ini menyebar lagi. Kalau satu sapi sakit dijual ke pasar, bisa menular ke banyak ternak lain. Akhirnya peternak semua yang rugi. Jadi lebih baik diobati dulu sampai benar-benar sembuh,” tegasnya.

Selain di pasar, Dinas juga meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak antarwilayah. Setiap sapi yang keluar-masuk Blora akan dilengkapi dokumen kesehatan hewan (SKKH) untuk memastikan hewan yang dikirim bebas dari penyakit menular.

DP4 juga terus melakukan sosialisasi kepada para pedagang, peternak, dan masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi PMK serta menjaga kebersihan kandang. “Kami harap peternak tetap rutin membersihkan kandang, menjaga sirkulasi udara, dan memantau kondisi ternak setiap hari,” imbuh Rasmiyana.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Blora menargetkan penularan PMK dapat kembali dikendalikan dalam waktu dekat, sehingga aktivitas jual beli ternak di pasar hewan bisa tetap berjalan aman tanpa ancaman wabah.

Comments are closed.