Pakar Unsoed Ungkap Faktor Penting untuk Jaga Iklim Investasi Banyumas
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Keamanan, stabilitas daerah, dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga iklim investasi di Kabupaten Banyumas. Kondisi tersebut turut memengaruhi kepercayaan investor dalam menentukan lokasi penanaman modal dan pengembangan usaha.
Kepala Galeri Investasi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Bagas Gumintang, SM, MBA, mengatakan keamanan merupakan salah satu pertimbangan utama bagi investor sebelum merealisasikan rencana bisnisnya.
Menurut Bagas, karakteristik investasi di Banyumas berbeda dengan kota besar seperti Jakarta yang lebih sensitif terhadap dinamika pasar modal dan pergerakan nilai tukar rupiah. Meski demikian, keamanan tetap menjadi faktor penting bagi investor di daerah.
“Banyumas sudah pasti berbeda dengan kota besar seperti Jakarta yang sensitivitasnya tinggi terhadap pasar modal ataupun kurs rupiah. Namun, faktor keamanan tetap menjadi prioritas pertimbangan investor,” tuturnya, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, kondisi daerah yang kondusif dapat meningkatkan keyakinan investor untuk menjalankan usaha. Sebaliknya, gangguan keamanan yang terjadi berulang kali berpotensi membuat investor menunda realisasi maupun pengembangan proyek.
Sektor Properti Paling Besar
Bagas mengungkapkan, sektor properti menyumbang sekitar 50 persen dari investasi di Banyumas. Sementara itu, nilai investasi di bidang perumahan mencapai kurang dari Rp1,2 triliun.
Besarnya kontribusi tersebut membuat sektor properti cukup rentan terhadap kondisi keamanan dan kepastian usaha. Jika situasi daerah tidak kondusif, pengembang berpotensi menunda pembangunan maupun rencana ekspansi.
“Jika situasi tidak kondusif, maka akan banyak investor yang menunda ataupun pengembangan proyek yang juga tertunda,” ungkapnya.
Penundaan proyek perumahan juga dapat berdampak pada sektor pendukung, seperti konstruksi, penyedia bahan bangunan, dan penyerapan tenaga kerja. Karena itu, stabilitas daerah menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan investasi sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.
Bagas menilai, iklim investasi yang sehat membutuhkan keseimbangan antara kepastian usaha dan kepentingan masyarakat. Pemerintah daerah perlu menjaga keamanan sekaligus menghadirkan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan warga.
Banyumas memiliki potensi investasi yang cukup besar, terutama di sektor properti dan kesehatan. Potensi tersebut perlu didukung kepastian kebijakan, stabilitas sosial, dan komunikasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, serta pelaku usaha.
Pada akhirnya, keberhasilan investasi bukan semata-mata diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Iklim usaha yang aman, didukung kebijakan yang tepat dan berpihak kepada rakyat, akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Banyumas yang berkelanjutan. (**)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.