Polres Kebumen Dorong Kemandirian Pangan Lewat Program Tanam Jagung Serentak
METROJATENG.COM, KEBUMEN – Polres Kebumen menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Melalui kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV, jajaran kepolisian bersama unsur Forkopimda dan masyarakat turun langsung ke lahan pertanian milik Kelompok Tani Santoso di Dukuh Pranji, Desa Entak, Kecamatan Ambal, Rabu (8/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.15 WIB itu dipimpin oleh Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman. Lahan seluas 3.500 meter persegi ditanami jagung varietas NK, menjadi simbol keterlibatan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
“Program ini bukan sekadar kegiatan simbolis. Polri ingin memastikan ikut berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan nasional, terutama di wilayah Kebumen,” ujar Kompol Faris Budiman di sela kegiatan.
Selain kegiatan tanam, Polres Kebumen juga menggelar bazar beras murah dan bakti kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar. Melalui bazar tersebut, warga dapat membeli beras SPHP seharga Rp12.000 per kilogram, yang disambut antusias karena membantu meringankan beban kebutuhan pokok.
Di sisi lain, Sidokkes Polres Kebumen membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti cek tekanan darah, kadar gula, dan konsultasi medis dasar.
“Ketahanan pangan juga bagian dari pelayanan publik. Polri ingin hadir langsung dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Kompol Faris.
Gerakan penanaman jagung serentak ini merupakan bagian dari program nasional Polri yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan ini, Polres Kebumen berharap kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat semakin kuat. Langkah sederhana menanam jagung diharapkan menjadi bagian dari upaya besar menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat.
“Polres Kebumen akan terus berperan aktif dalam setiap program strategis yang memberi dampak langsung bagi warga, baik di bidang keamanan maupun ekonomi,” pungkas Kompol Faris.
Comments are closed.