Satgas Tindaklanjuti Aduan Makanan Program MBG di SMPN 5 Rembang, 736 Porsi Dikembalikan
METROJATENG.COM, REMBANG – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Rembang bergerak cepat menindaklanjuti aduan terkait kualitas makanan yang dikirim ke SMP Negeri 5 Rembang. Sebanyak 736 porsi menu MBG akhirnya dikembalikan setelah ditemukan kondisi nasi kuning yang berair dan dianggap berisiko dikonsumsi siswa.
Menu makan siang yang dikirim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mondoteko sekitar pukul 09.30 WIB terdiri dari nasi kuning, ayam goreng, kering tempe, sayuran, dan jeruk. Namun, sebelum disantap, Satgas MBG sekolah melakukan pemeriksaan. Dari hasil pengecekan, tekstur nasi kuning tidak sesuai standar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Rembang sekaligus perwakilan Satgas MBG kabupaten, dr. Maria Rehulina, menegaskan meski makanan belum menunjukkan tanda basi, konsistensi nasinya tetap menimbulkan risiko.
“Tadi sudah diicipi, rasanya memang belum basi. Tapi dari tekstur yang berair, sangat mungkin saat jam makan nanti kualitasnya turun. Itu yang harus diantisipasi,” jelas dr. Lina.
Wakil Kepala SMPN 5 Rembang, Indri Lestari, memastikan keputusan pengembalian makanan dilakukan demi keamanan seluruh siswa.
“Kami periksa dulu sesuai prosedur Satgas sekolah. Karena nasinya berair dan ada rasa yang kurang enak, akhirnya seluruh porsi dikembalikan ke SPPG,” tegasnya.
Pihak SPPG Mondoteko langsung menyampaikan permohonan maaf kepada sekolah dan berkomitmen melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Bupati Rembang, Harno, juga mengingatkan seluruh sekolah penerima MBG agar waspada dan tidak segan menolak makanan yang mencurigakan.
“Kalau ada bau tidak sedap, jangan dimakan. Guru harus mengecek dulu sebelum siswa menerima. Kalau bisa juga dicek bersama pihak SPPG,” imbau Bupati.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan gizi anak sekolah. Keamanan dan kualitas pangan ditegaskan tetap menjadi perhatian utama agar tujuan program tidak terganggu.
Comments are closed.