Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Dindukcapil Banyumas, Jadi Garda Depan Sukseskan Pemilu Lewat Data Pemilih yang Akurat

BERITA ADVETORIAL

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Kesuksesan Pemilu bukan hanya bergantung pada logistik dan kampanye peserta, tetapi juga pada akurasi data pemilih. Inilah yang menjadi fokus Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Banyumas dalam mendukung tahapan pemutakhiran data pemilih yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mengingat, saat ini Nomor Induk Kependudukan (NIK) terpusat dan NIK inilah yang dimanfaatkan oleh berbagai instansi, termasuk KPU.

Kepala Dindukcapil Kabupaten Banyumas, Drs. Hirawan Danan Putra M.Si mengatakan, data kependudukan saat ini terpusat, terstruktur dari tingkat pusat hingga daerah. Sehingga bagi pihak-pihak yang ingin mengakses data tersebut, terlebih dahulu harus melakukan MoU dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) yang langsung di bawah Kemendagri. Begitu pula dengan KPU, dilakukan MoU di tingkat pusat terlebih dahulu.

Lebih lanjut Hirawan memaparkan, data pemilih KPU didasarkan pada NIK. Dalam perjalannya, terus dilakukan perbaikan dan update NIK. Perbaikan dalam hal ini, artinya pengguna NIK harus sesuai dengan data yang ada di Ditjen Dukcapil atau Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4). Selanjutnya, data tersebut akan ditindaklanjuti oleh KPU untuk dilakukan sinkronisasi dan coklit di lapangan.

“Salah satu syarat untuk bisa terdaftar sebagai pemilih adalah memiliki NIK dan jika dalam pelaksanaan coklit ditemukan ada permasalahan adminstrasi kependudukan, maka akan diselesaikan bersama dengan tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.

Caption Foto : Kepala Dindukcapil Kabupaten Banyumas, Drs. Hirawan Danan Putra M.Si saat podcast di KPU Banyumas. (Foto : Dok. KPU Banyumas).

 

Kegiatan Kepemiluan

Sementara itu, dalam kegiatan kepemiluan, Dindukcapil Banyumas masuk dalam tim pokja dan dukungan yang diberikan adalah dalam hal data pemilih. Sejak Tahun 2012, lanjut Hirawan, NIK sudah diterapkan secara nasional, sehingga satu penduduk hanya memiliki NIK yang tidak berubah sampai meninggal dunia. Sekalipun yang bersangkutan pindah domisili, NIK tetap melekat, hanya alamat saja yang berubah.

Dalam mendukung pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, Dindukcapil Banyumas melakukan berbagai upaya jemput bola. Salah satunya dengan melakukan perekaman di sekolah-sekolah untuk siswa yang pada saat pemilu sudah masuk usia 17 tahun dan memiliki hak pilih.

“Kita lakukan kalkulasi data jumlah penduduk yang masuk usia 17 tahun pada hari H pemilu, kemudian kita jemput bola untuk melakukan perekaman. Pada pemilu lalu, kita melakukan perekaman secara bergilir di sekolah, untuk sekolah yang jumlah siswanya cukup banyak, perekaman bisa dilakukan antara 3-4 hari,” terangnya.

Hirawan memaparkan beberapa kendala yang dihadapi petugas Dindukcapil Banyumas saat melakukan jemput bola perekaman ke sekolah, antara lain ada siswa yang menolak foto KTP dengan mengenakan seragam sekolah. Karenanya, Dindukcapil kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah, dan diperbolehkan siswa membawa baju untuk perekaman.

Dukungan lainnya yang diberikan Dindukcapil dalam proses pemutakhiran data pemilih adalah dengan mengupdate data kematian melalui inovasi buku pokok makam. Hirawan menjelaskan, sebelum ada inovasi tersebut, data kematian hanya kisaran 3-4 ribu per tahun. Namun, sejak ada buku pokok makam Tahun 2022, jumlah kematian yang dilaporkan meningkat menjadi kisaran 15 ribuan per tahun.

“Data kematian ini yang kerap menimbulkan permasalahan di lapangan ditemukan orang sudah meninggal dunia, tetapi masih tercatat sebagai pemilih. Karenanya, inovasi buku pokok makam ini sangat bermanfaat. Kita mengedukasi pihak desa/kelurahan untuk jemput bola data kematian dan melaporkan melalui aplikasi,” jelasnya.

Dindukcapil Banyumas tak henti mengajak masyarakat untuk tertib administrasi kependudukan (adminduk). Mulai dari pencatatan kelahiran, kematian, hingga perceraian, semuanya harus terdokumentasi dengan baik agar pelayanan publik, termasuk hak pilih, tetap terjaga.

“Pemilu yang berkualitas dimulai dari data yang berkualitas. Maka kami terus berinovasi dan membangun sinergi demi memberikan pelayanan terbaik,” pungkas Hirawan.

Dengan komitmen dan kolaborasi lintas sektor, Dindukcapil Banyumas membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pencatat data, melainkan penjaga hak demokrasi setiap warga.

 

 

 

Comments are closed.