Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Hari Tani Nasional, DPW PKS Jateng Ingatkan Pentingnya Hilirisasi dan Regenerasi Petani

METROJATENG.COM, SEMARANG – Peringatan Hari Tani Nasional 2025 kembali menjadi momentum refleksi kondisi pertanian Indonesia. DPW PKS Jawa Tengah menilai, dua isu besar yang mendesak untuk segera ditangani adalah hilirisasi dan regenerasi petani.

Kepala Bidang Petani, Peternak dan Nelayan DPW PKS Jateng, Tugiman, menegaskan bahwa kedaulatan pangan tidak akan tercapai jika kedua persoalan ini terus diabaikan. Ia menyoroti minimnya perhatian pemerintah dalam memberikan akses teknologi dan permodalan bagi petani, yang membuat hilirisasi belum berjalan optimal.

“Produk pertanian kita masih banyak yang dijual dalam bentuk mentah. Padahal, jika diolah menjadi produk siap jual, nilainya akan jauh lebih tinggi dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani serta nelayan,” jelasnya.

Selain hilirisasi, Tugiman juga menyoroti regenerasi petani yang masih menjadi pekerjaan rumah besar. Data BPS 2023 menunjukkan, petani milenial (usia 19–39 tahun) baru mencapai 21,9% secara nasional, sementara petani Gen Z hanya 2,14%. Di Jawa Tengah, jumlah petani muda tercatat 625.807 orang atau sekitar 10,12% dari total nasional—angka yang dinilai masih memprihatinkan.

“Kalau regenerasi tidak diperhatikan, kita bisa krisis petani di masa depan. Pemerintah harus hadir dengan program nyata, seperti dukungan teknologi modern, akses modal yang mudah, dan pembinaan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia berharap, momentum Hari Tani Nasional dapat menjadi titik balik pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian, bukan hanya dengan seremoni, tetapi dengan langkah konkret.

“Harapan kami, ke depan hilirisasi semakin nyata, dan semakin banyak anak muda yang mau terjun sebagai petani maupun nelayan,” pungkasnya.

Comments are closed.