Evaluasi Program MBG di Pekalongan: Perluasan Cakupan dan Perbaikan Kualitas Jadi Prioritas
METROJATENG.COM, PEKALONGAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pekalongan kini masuk tahap evaluasi menyeluruh. DPRD bersama pemerintah daerah dan penyelenggara program menyoroti sejumlah catatan penting, mulai dari keterbatasan cakupan penerima hingga peningkatan kualitas menu yang disajikan.
Ketua DPRD Kota Pekalongan, M. Azmi Basyir, menyebut MBG merupakan program strategis yang berdampak ganda: peningkatan gizi anak dan penguatan ekonomi masyarakat. Namun, ia menilai optimalisasi masih diperlukan.
“Baru sekitar 51 ribu penerima manfaat, padahal targetnya 102 ribu. Artinya baru 40 persen. Ke depan, cakupan harus diperluas dan kualitas makanan tetap terjaga,” tegas Azmi.
Ketua Komisi C DPRD Kota Pekalongan, Budi Setiawan, menambahkan evaluasi dilakukan untuk menindaklanjuti masukan masyarakat. Ia mencontohkan adanya keluhan soal variasi menu di beberapa sekolah. “Itu langsung kami jadikan bahan perbaikan. Selain itu, dapur MBG harus memenuhi standar higienitas dan memiliki izin resmi dari Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Terkait pendanaan, Budi mengungkapkan pemerintah mengalokasikan Rp15 ribu per porsi, dengan porsi terbesar Rp10 ribu untuk bahan makanan. “Anggaran ini harus benar-benar tepat sasaran. Kami akan terus mengawalnya agar manfaatnya dirasakan langsung anak-anak dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator SPPG Kota Pekalongan, M. Noor Faishal Zakiy, memastikan pihaknya siap menindaklanjuti catatan dari DPRD maupun masyarakat. Menurutnya, meski ada kendala teknis, distribusi berjalan baik. “Prinsip kami, semua anak harus mendapat makanan bergizi dengan kualitas terbaik. Sertifikasi dapur juga sedang diproses agar standar kesehatan semakin terjamin,” katanya.
Rapat evaluasi ditutup dengan kesepakatan memperkuat sinergi lintas sektor. DPRD, pemerintah daerah, dan SPPG sepakat memperluas jangkauan, meningkatkan kualitas layanan, sekaligus menjaga peran UMKM lokal agar program MBG di Kota Pekalongan memberi manfaat optimal.
Comments are closed.