Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

SMP Nasima Gelar English Camp di Kampung Inggris Pare

METROJATENG.COM, KEDIRI- SMP Nasima kembali menggelar program unggulan Nasima-Pare English Camp (NPEC) 2025 sebagai wadah penguatan kompetensi bahasa Inggris. Kegiatan tahun ini berlangsung di Kyarra Dormitory, Kampung Inggris Pare, Kediri, pada 7–19 September 2025 untuk siswa kelas VII.

Kepala SMP Nasima, Yudina Tri Heryanti, S.Pd., MM., mengatakan NPEC merupakan agenda tahunan yang melibatkan siswa SD, SMP, hingga SMA Nasima. Program ini terbagi dua gelombang, yakni batch I untuk kelas IX SMP dan XII SMA, serta batch II khusus kelas VII.

“Pada jenjang SMP kelas VII orientasi utama kegiatan NPEC adalah General English, yaitu penguatan lima keterampilan berbahasa Inggris: listening, speaking, reading, writing, dan communication,” ujarnya.

Ia menambahkan, siswa kelas IX difokuskan pada persiapan TOEFL agar memiliki sertifikat resmi yang bisa digunakan untuk studi lanjut maupun kebutuhan kerja. Dengan demikian, NPEC bukan hanya memperkuat keterampilan, tetapi juga memberi bekal nyata untuk masa depan.

“Orientasi utama kelas IX adalah persiapan TOEFL, sehingga sertifikat yang diperoleh dapat dipakai untuk masuk perguruan tinggi, meraih beasiswa, atau bekerja di perusahaan multinasional,” tambah Yudina.

Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, Dr. Indarti, M.Pd., menyebut NPEC telah dimulai sejak 2019 dan kini menjadi program wajib. Peserta yang mengikuti adalah siswa SD kelas V, SMP kelas VII dan IX, serta SMA kelas X dan XII.

“Selain mengasah skill berbahasa Inggris, NPEC juga membentuk karakter kemandirian, religiusitas, dan kekompakan. Biaya investasinya sudah termasuk dalam anggaran sekolah,” jelasnya.

Berbusana Jawa : Tidak lupa disetiap tanggal 17, peserta NPEC 2025, tetap menggunakan busana tradisional Jawa. Foto : ist/metrojateng.com

 

 

Selama 13 hari, siswa menjalani jadwal padat mulai pukul 04.00 hingga malam. Aktivitasnya meliputi kelas Speaking & Pronunciation, Study Club, mengaji, olahraga, hingga Integrated Speaking di malam hari.

Menurut salah satu peserta, Danish Maulana Ghossan, meski padat, NPEC tetap terasa menyenangkan karena desain kegiatan dibuat seimbang antara belajar, olahraga, dan ibadah. Ia merasa semakin percaya diri dalam berbahasa Inggris.

“Awalnya saya gugup, tapi lama-lama terbiasa dan nyaman. Di sini kami tidak hanya belajar, tapi juga bereksplorasi, berolahraga, dan beribadah tepat waktu,” kata Danish yang akrab disapa Lana.

Kyarra Dormitory yang menjadi pusat kegiatan juga mendukung suasana belajar. Lingkungan hijau, fasilitas olahraga, ruang belajar berbasis IT, hingga aula serbaguna membuat siswa semakin fokus dan betah.

“Asrama ini kami siapkan dengan lengkap agar anak-anak bisa belajar intensif sekaligus berkembang secara holistik. NPEC adalah investasi jangka panjang bagi masa depan mereka,” tutur Indarti.

Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti kegiatan luar seperti field trip ke situs sejarah Candi Tegowangi, Kediri. Di momen tertentu, mereka juga mengenakan busana Jawa untuk memperkuat identitas budaya.(ris)

Comments are closed.