Prolanis Dorong Peserta JKN Lebih Sehat dan Produktif
METROJATENG.COM, SEMARANG – Penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus kerap menjadi beban kesehatan masyarakat. Untuk itu, BPJS Kesehatan menghadirkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) sebagai solusi agar peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa mengelola penyakitnya dengan lebih baik dan hidup lebih produktif.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, menjelaska, Prolanis dijalankan dengan pendekatan proaktif dan terintegrasi. Program ini melibatkan peserta, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), serta BPJS Kesehatan untuk memastikan pendampingan berjalan menyeluruh.
“Peserta yang baru terdiagnosa maupun yang sudah memiliki riwayat hipertensi dan diabetes dapat mengikuti Prolanis di puskesmas, klinik pratama, atau praktik dokter perorangan yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” ungkap Sari dalam siaran pers, Rabu (13/8).
Menurutnya, Prolanis bukan sekadar layanan medis, tetapi juga wadah komunitas sehat. Di dalamnya terdapat berbagai aktivitas seperti konsultasi rutin, penyuluhan kesehatan, senam bersama, pemeriksaan laboratorium, hingga pemantauan kesehatan secara berkala.
Sari menegaskan, peserta JKN tidak perlu ragu untuk berobat maupun mengonsumsi obat hipertensi dan diabetes. “Isu yang menyebut obat-obatan tersebut merusak ginjal adalah keliru. Justru, obat ini membantu menjaga organ tubuh tetap sehat dan meningkatkan kualitas hidup penderita,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat, menjauhi rokok, rajin berolahraga, serta mengelola stres agar kondisi kronis lebih terkendali.
Hingga kini, jumlah peserta Prolanis Diabetes Melitus di Kota Semarang mencapai 21.561 orang, sedangkan di Kabupaten Demak ada 9.594 orang. Untuk Prolanis Hipertensi, tercatat 19.794 peserta di Kota Semarang dan 5.638 peserta di Kabupaten Demak. (*)
Comments are closed.