METROJATENG.COM, SEMARANG – Olahraga dikenal membawa banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari menjaga kebugaran hingga menurunkan risiko penyakit kronis. Namun, tidak sedikit orang yang justru merasakan nyeri saat beraktivitas fisik. Meski sering dianggap hal biasa, rasa sakit ini bisa menjadi sinyal adanya masalah serius yang perlu diwaspadai.
Dokter olahraga menekankan pentingnya membedakan antara nyeri normal akibat aktivitas fisik dan nyeri yang menjadi tanda cedera. “Kalau dibiarkan, nyeri bisa berlanjut menjadi cedera yang lebih parah,” ujarnya.
Beberapa faktor umum yang memicu nyeri saat berolahraga antara lain:
-
Gerakan yang tidak tepat
Posisi tubuh yang salah ketika berlari, mengangkat beban, atau mencoba latihan baru dapat memberi tekanan berlebih pada otot dan sendi. -
Kelelahan otot
Otot yang dipaksa bekerja melebihi kapasitasnya akan terasa kaku, pegal, hingga nyeri, terutama jika tubuh belum terbiasa dengan intensitas olahraga tersebut. -
Kurang pemanasan
Melewatkan pemanasan membuat otot dan sendi lebih rentan tegang, kram, bahkan cedera. -
Peningkatan intensitas secara tiba-tiba
Olahraga mendadak dengan durasi atau beban lebih berat dari biasanya dapat menimbulkan robekan kecil pada otot. -
Cedera
Terjatuh atau salah menggunakan alat olahraga bisa menimbulkan nyeri hebat, pembengkakan, dan keterbatasan gerak. -
Dehidrasi
Kekurangan cairan mengganggu fungsi otot, memicu kram, nyeri, sekaligus memperlambat pemulihan tubuh. -
Perlengkapan yang tidak sesuai
Sepatu atau alat olahraga yang salah bisa menambah tekanan pada tubuh dan memperbesar risiko nyeri. -
Kondisi medis tertentu
Penyakit sendi, riwayat cedera lama, hingga asam urat dapat memperparah rasa nyeri saat olahraga.
Para ahli menyarankan agar selalu melakukan pemanasan, meningkatkan intensitas olahraga secara bertahap, cukup minum air, serta menggunakan perlengkapan yang sesuai. Jika nyeri tak kunjung hilang atau disertai bengkak dan kesulitan bergerak, segera periksakan diri ke tenaga medis.
Comments are closed.