Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Al Irsyad Al Islamiyyah Education Expo Hidupkan 72 Permainan Tradisional untuk Siswa

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Suasana ceria mewarnai halaman Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto pada Jumat (5/9/2025). Ratusan siswa tampak bersemangat mencoba berbagai permainan tradisional yang dihadirkan dalam Education Expo Al Irsyad. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 72 jenis permainan tradisional dari berbagai daerah dimainkan bersama, mulai dari terompah panjang, egrang, sepeda bambu, hingga tulup.

Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, Fahmi Abdulkarim ST, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk memperingati Milad ke-111 Al Irsyad sekaligus memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Menurutnya, permainan tradisional menjadi sarana membangun karakter siswa di luar ranah akademik.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter kebangsaan, keislaman, serta sehat jasmani. Dengan permainan tradisional, mereka bisa bergerak aktif, berinteraksi langsung, dan tidak hanya terpaku pada gadget,” ungkap Fahmi.

Rangkaian Education Expo ini berlangsung selama tiga hari. Pada hari kedua, Sabtu (6/9/2025), peserta akan mengikuti kegiatan jalan sehat bersama siswa dan orang tua. Sebagai penutup, Minggu (7/9/2025), digelar Fun Run 5K yang diharapkan semakin menambah semarak perayaan.

Caption Foto : Ketua LPP Al Irsyad Al Islamiyah PurCwokerto, Fahmi Abdulkarim ST bersama Kadindik Banyumas,Joko Wiyono turut mencoba permainan tradisional. (Foto : Hermiana E. Effendi).

 

Apresiasi dari Dindik Banyumas

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Joko Wiyono, yang hadir dalam pembukaan. Ia menilai Education Expo Al Irsyad memberikan ruang kreatif bagi siswa sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan permainan tradisional yang mulai jarang dijumpai.

“Ini adalah bentuk nyata penguatan karakter kebangsaan. Al Irsyad mampu menghadirkan kegiatan yang adaptif dengan perkembangan zaman, tapi tetap aktual dan bernuansa kebudayaan. Inilah yang dibutuhkan pendidikan kita hari ini,” ujarnya.

Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang acara. Tawa riang terdengar ketika mereka beradu ketangkasan di permainan tradisional, seakan membuktikan bahwa nilai kebersamaan dan keceriaan tetap abadi meski zaman terus berubah.

“Meskipun permainan tradisional, tetapi seru dan cukup menguras tenaga, ada juga permainan yang melatih kerjasama, seperi terompah, harus berjalan di terompah panjang bersama teman, butuh kekompakan dan kerjasama agar tidak jatuh,” ucap salah satu siswa.

Comments are closed.