Puluhan Pendatang Diamankan, Polisi Sebut Bukan Warga Solo yang Lakukan Kerusuhan
METROJATENG.COM, SOLO – Polisi memastikan kericuhan yang berujung pada perusakan fasilitas umum hingga pembakaran Gedung Setwan DPRD Kota Solo, akhir pekan lalu, bukan dilakukan oleh warga Solo. Aparat berhasil mengamankan sedikitnya 65 orang dari luar daerah yang diduga ikut memprovokasi aksi anarkis tersebut.
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, mengungkapkan bahwa para pelaku berasal dari Sragen, Sukoharjo, dan sejumlah daerah lain. Mereka diketahui datang ke Solo melalui ajakan yang beredar di media sosial.
“Kelompok yang kami sebut Anarko ini sengaja memprovokasi agar Solo tidak aman dan tidak kondusif. Mereka ingin warga Solo ikut merusak fasilitas umum,” kata Kapolresta.
Dari hasil pemeriksaan, mayoritas yang ditangkap masih berstatus pelajar tingkat SMP hingga SMA, bahkan ada yang sudah putus sekolah. Polisi menghadirkan pihak sekolah dan orang tua mereka untuk memberikan bimbingan langsung di Mapolresta Surakarta.
“Yang terbukti melanggar hukum tetap kami tindak tegas. Tapi bagi pelajar yang hanya ikut-ikutan, kami berikan pembinaan agar tidak terjerumus lebih jauh,” lanjutnya.
Sebelum penangkapan 65 orang tersebut, polisi lebih dulu mengamankan 15 orang dari luar Solo yang kedapatan membawa senjata tajam. Mereka dijerat dengan Undang-Undang Darurat karena dinilai berpotensi memicu kekerasan lebih luas.
Kapolresta pun mengimbau warga Solo agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan pihak yang ingin menciptakan kekacauan. “Kami minta masyarakat tetap tenang dan menjaga kondusivitas kota ini,” tegasnya.
Comments are closed.