Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Gubernur Luthfi Pastikan Pati Kondusif, Pemprov Turunkan Tim Lengkap

METROJATENG.COM, SEMARANG – Setelah aksi massa besar-besaran di Kabupaten Pati pada Rabu (13/8/2024), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi langsung menggelar rapat terbatas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Luthfi memastikan situasi di Pati kini aman terkendali.

“Perkembangan situasi kita bahas detail. Kondisi Pati kondusif,” tegas Luthfi usai rapat.

Ia menjelaskan, aspirasi masyarakat sudah ditampung dan sedang dibahas di DPRD Kabupaten Pati. Proses ini diperkirakan rampung dalam 60 hari.

“Kewenangannya ada di DPRD Pati, bukan di pemprov. Kita tinggal tunggu hasilnya,” jelasnya.

Meski bukan ranah langsung pemerintah provinsi, Luthfi mengaku telah mengerahkan tim dari berbagai biro dan dinas untuk memastikan roda pemerintahan, ekonomi, dan layanan publik di Pati tetap berjalan normal. Biro Otonomi Daerah, Biro Ekonomi, hingga Biro Kesra turun ke lapangan, dibantu Dinas Kesehatan untuk menjaga kelancaran layanan kesehatan.

Tak hanya itu, koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri juga dilakukan secara intensif. Tim dari Kemendagri bahkan sudah terjun langsung, termasuk Inspektur Jenderal yang memantau perkembangan di lokasi.

Luthfi menekankan, peristiwa di Pati harus menjadi pelajaran bagi seluruh kepala daerah di Jateng, terutama dalam menyikapi kebijakan sensitif seperti kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia mengingatkan bahwa PBB adalah kewenangan kabupaten/kota, sementara pemprov berperan memfasilitasi dan mengoreksi jika diperlukan.

Dalam kasus Pati, surat verifikasi dari Sekda setempat diterima Pemprov Jateng pada 12 April 2025. Sepuluh hari kemudian, Biro Hukum memanggil Pemkab Pati untuk rapat bersama. Hasilnya, ada tiga syarat yang harus dipenuhi, yaitu menunjuk pihak ketiga untuk kajian, memastikan tidak memberatkan masyarakat, dan menyesuaikan dengan kemampuan wilayah. Sayangnya, laporan kajian belum diterima hingga kini.

“Kebijakan kenaikan PBB di Pati sudah dicabut. Tinggal pembinaan ke depan supaya kejadian serupa tak terulang,” tegas Luthfi.

Comments are closed.