Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Ketua Komisi X DPR Minta Pemerintah Tak Gegabah Blokir Roblox

METROJATENG.COM, JAKARTA – Rencana pemerintah memblokir gim daring Roblox menuai sorotan. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai langkah tersebut sebaiknya tidak diambil secara tergesa-gesa. Menurutnya, perlindungan anak di dunia digital adalah tugas bersama pemerintah, orang tua, penyedia platform, dan masyarakat.

“Generasi Z dan Alpha adalah digital native yang sejak lahir sudah akrab dengan teknologi. Tantangan kita bukan memisahkan mereka dari dunia digital, tetapi memastikan interaksi mereka di ruang maya aman, sehat, dan bermanfaat,” ujar Hetifah.

Hetifah mengakui, Roblox seperti platform digital lainnya, memiliki dua sisi. Di satu sisi, gim ini dapat menjadi sarana belajar pemrograman, melatih kreativitas, membangun jejaring sosial, bahkan mendukung pembelajaran interaktif. Namun di sisi lain, tetap ada risiko seperti konten kekerasan, pelecehan, cyberbullying, hingga transaksi pembelian item berbayar tanpa kontrol.

Mengacu pada PP No. 21 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, Hetifah menekankan pentingnya optimalisasi pengawasan, verifikasi usia, pembatasan fitur, dan edukasi orang tua sebelum memutuskan pemblokiran.

“Pemblokiran bisa jadi pilihan terakhir jika penyedia platform abai terhadap regulasi atau gagal melindungi anak. Tapi yang tak kalah penting adalah literasi digital, agar anak dan orang tua paham risiko sekaligus tahu cara memanfaatkan peluang di dunia maya,” jelas politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Ia juga mendorong penyedia gim untuk lebih proaktif memfilter konten, memperkuat keamanan interaksi, dan berkolaborasi dengan sekolah maupun komunitas. “Kita perlu titik tengah: anak-anak tetap bisa berkreasi dan belajar, namun tetap aman dari ancaman di dunia digital,” pungkasnya.

Comments are closed.