METROJATENG.COM, SEMARANG – Asam lambung sering dianggap sebagai keluhan ringan yang bisa hilang sendiri. Namun, jika gejala ini terus muncul dalam jangka panjang, bisa jadi Anda tengah mengalami asam lambung kronis—kondisi serius yang tak boleh diabaikan.
Berbeda dari gangguan akut yang muncul mendadak dan bersifat sementara, asam lambung kronis ditandai dengan gejala yang datang dan pergi secara berulang. Tanpa penanganan tepat, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi serius, bahkan mengancam nyawa.
Asam lambung kronis bisa menyerang siapa saja. Namun, ada kelompok tertentu yang lebih rentan, seperti orang dengan obesitas, penderita skleroderma (gangguan jaringan ikat), perokok aktif serta pengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan.
Faktor-faktor ini dapat melemahkan otot katup lambung, sehingga asam mudah naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi. Jika dibiarkan, asam lambung kronis bisa memicu radang dinding kerongkongan (esofagitis), terbentuknya jaringan parut yang menyulitkan menelan, hingga meningkatnya risiko kanker esofagus. Karenanya, deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang.
Cermati Gejala yang Sering Diabaikan
Gejala asam lambung kronis kerap disalahartikan sebagai serangan jantung karena sama-sama menimbulkan nyeri di dada atau ulu hati. Namun, ada ciri khas yang membedakannya: sensasi asam atau pahit yang naik ke mulut.
Gejala khas asam lambung kronis meliputi:
-Heartburn (sensasi panas di dada)
-Regurgitasi (makanan/air asam naik ke mulut)
-Nyeri perut bagian atas
-Kesulitan menelan (disfagia)
-Iritasi tenggorokan
-Batuk kronis dan gangguan pernapasan
Keluhan ini biasanya memburuk dalam kondisi tertentu, seperti langsung berbaring setelah makan, mengonsumsi makanan berlemak atau berlebihan, membungkuk setelah makan dan kebiasaan merokok atau minum alkohol.
Jika sering mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter. Penanganan medis dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada saluran pencernaan dan menghindari risiko kanker esofagus yang mengintai dalam diam.
Comments are closed.