Pertamina Beri Manfaat Nelayan Tambakrejo Semarang Dari Penanaman Mangrove
Tak Hanya Atasi Abrasi, Mangrove Mampu Angkat Perekonomian Warga
METROJATENG.COM, SEMARANG – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, secara konsisten melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir pantai desa Tambakrejo, kelurahan Semarang Utara, secara berkelanjutan. Hasilnya program ini tidak hanya mampu mengatasi abrasi di wilayah tersebut tetapi juga memberi manfaat yang besar serta berkelanjutan dalam membantu perekonomian para nelayan.
Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, menyampaikan abrasi dan rob yang bisa saja terjadi setiap waktu di wilayah pesisir membuat masyarakat tidak nyaman. Ketidaknyamanan warga ini membuat Pertamina tergerak untuk membantu mengatasinya dengan menanam mangrove. Bahkan Pertamina secara telaten membantu kelompok nelayan “Camar” dengan menanam mangrove.
“Menanam mangrove tidak hanya berfungsi menahan abrasi dan rob, tetapi juga berfungsi mageri segoro dan banyak kegunaannya,” kata Taufik pada acara penanaman 2.275 Bibit mangrove dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia tahun 2025 di Balai Edu, Wisata Tambakrejo, Semarang Senin (28/7/2025).
Dijelaskan dari tanaman mangrove ini bisah diolah menjadi berbagai produk,
daunnya bisa dimanfaatkan untuk pewarna batik, ada yang mengolah menjadi sirup dan keripik daun mangrove, yang mampu memberikan nilai tambah bagi warga. Tidak itu saja, hasil tangkapan ikan juga bertambah, karena akar-akar mangrove menjadi tempat ikan berkembang biak.
“Kami berharap program ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Karena penanaman mangrove memiliki multiplayer effect, baik dari sisi lautnya yang terselamatkan dari sisi nelayannya mendapatkan pendapatan tambahan, dan ibu-ibu nelayannya juga mendapatkan manfaat dari olahan mangrove,” katanya.
Lanjut Taufik, penanaman mangrove ini sekaligus bisa menjadi salah satu destinasi edu wisata. Jadi masyarakat bisa berwisata sekaligus bisa belajar dan nelayannya bisa menjadi pemandu wisata, saat tidak berlayar mencari ikan.
“Penanaman mangrove ini merupakan kontribusi Pertamina terutama dalam tujuan pembangunan berkelanjutan dari sisi ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, menyelamatkan lingkungan hidup dan juga memperbaiki ekosistem,” pungkasnya.
Kepala Dinas Kelautan Provinsi Jateng Rianu menyampaikan terima kasihnya kepada Pertamina yang membantu para nelayan Tambakrejo sejak tahun 2011. Untuk itu ia berpesan agar penanaman mangrove ini tidak sekedar seremonial saja, tetapi harus dijaga, dirawat sehingga mangrove tersebut tetap tumbuh dan memberikan manfaat.
Djuremi, Ketua Kelompok Peduli Lingkungan Camar Desa Tambakrejo Kecamatan Semarang Utara mengungkapkan, sejak Pertamina hadir tahun 2019, dengan berbagai program menariknya , salah satunya penanaman mangrove sudah banyak perubahan yang terjadi bagi warga masyarakat baik lingkungan,kesehatan, perekonomian yang meningkat, dan bahaya abrasi serta rob yang bisa ditekan.
“Sampai saat ini sudah lebih dari 150.000 tanaman mangrove ditanam, dan Tambakrejo kini juga menjadi destinasi wisata “Edupark mangrove”, yang membantu para nelayan untuk mendapatkan tambahan penghasilan dengan memandu wisatawan,” kata Djuremi.
Hal senada juga diungkapkan
Amron, warga demak, yang sudah menjadi pelayan 3o tahun. Adanya wisata Mangrove ini, ia bisa mendapat tambahan penghasilan dari memandu wisatawan menelusuri mangrove dengan kapalnya, disaat tidak berlayar.
“Pengunjung wisata mangrove ini tidak hanya pelajar dan mahasiswa, tetapi juga masyarakat lainnya, bahkan ada yang dari luar kota Semarang. Kalau ramai hasilnya lumayan, bisa membuat dapur tetap ngebul,” ujarnya yang berharap program CSR Pertamina dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga warga bebas dari bahaya abrasi dan rob. (*)
Comments are closed.