Ribuan Pelari Ramaikan Rupiah Borobudur Playon
Bergerak Bersama Gairahkan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pariwisata
METROJATENG.COM, MAGELANG – Ribuan pelari yang tersebar dari berbagai kota di Jawa Tengah meramaikan acara “Rupiah Borobudur Playon” (RBP) 2025 yang dihelat Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu (26-27/2025).
Program edukatif dan inspiratif yang mulai diselenggarakan tahun 2023 semula diikuti 2.000 pelari, kemudian pada tahun 2024 diikuti 3.500 orang pelari, dan pada tahun 2025 kembali mengalami peningkatan dan lebih dari 4.000 pelari, terdiri dari 1.200 pelari jarak 10 Km dan 2800 lebih pelari jarak 5Km
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jateng Rahmat Dwisaputa, mengatakan RBP telah menjadi event tahunan dan masuk ke dalam agenda Sport Tourism Provinsi Jawa Tengah. Event ini mengedepankan misi edukatif untuk memperkuat literasi masyarakat mengenai Cinta, Bangga, Paham Rupiah; memperluas sistem pembayaran digital dan perlindungan konsumen, serta mendukung pemberdayaan UMKM, pengembangan sport tourism, promosi pariwisata, dan aksi sosial dalam satu rangkaian program yang menyeluruh.
Antusias masyarakat untuk mengikuti event RBP sangat tinggi, apalagi di kegiatan tersebut juga hadir grup band Nidji yang menghibur masyarakat. Selain itu itu acara juga diramaikan bazar UMKM yang menyajikan kuliner dan kerajinan khas kota Magelang.
“RBP, mampu menyedot ribuan pelari untuk datang ke Borobudur, kehadiran Ara pelari bersama keluarganya ini tentunya mampu menggairahkan perekonomian di Jawa Tengah, karena banyaknya kuliner yang ikut berpartisipasi, sehingga perekonomian terus bergerak,” jelas Rahmat Dwisaputa
Pada kesempatan ini, dilakukan pula peresmian perluasan Nota Kesepakatan terkait integrasi Materi Edukasi Rupiah dan Sistem Pembayaran dalam kurikulum pembelajaran di delapan (8) kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah.

Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari program yang telah diinisiasi pada tahun 2024 bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang pada tahap awal difokuskan pada jenjang SMA/SMK/SLB di seluruh wilayah Jawa Tengah, serta bersama Pemerintah Kota Semarang untuk tingkat SD dan SMP. Kini, cakupan program diperluas ke jenjang pendidikan dasar di delapan daerah, yaitu Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Magelang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, Kota Surakarta, Kota Tegal, dan Kabupaten Banyumas, sehingga materi ajar edukasi Rupiah dan sistem pembayaran dapat mulai diimplementasikan di tingkat SD dan SMP pada wilayah tersebut.
Perluasan ini diharapkan mampu menanamkan literasi keuangan sejak dini, menanamkan nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta membentuk generasi muda yang lebih melek keuangan digital dan bertanggung jawab dalam bertransaksi.
Inisiatif lainnya yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia dalam kegiatan ini adalah perluasan implementasi QRIS Tap dan QRIS Crossborder di kawasan Borobudur, yang diharapkan dapat mendukung kemajuan sektor pariwisata sebagai alternatif sumber pertumbuhan perekonomian daerah. QRIS Tap merupakan inovasi terbaru dalam sistem pembayaran QRIS yang memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC), sehingga memungkinkan untuk bertransaksi yang lebih cepat dan praktis cukup dengan menempelkan perangkat ke mesin pembayaran. Sementara itu, QRIS Cross-Border memungkinkan wisatawan mancanegara dari negara mitra (seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura) untuk bertransaksi langsung di Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka. Kedua inovasi ini diharapkan tidak hanya memperluas digitalisasi sistem pembayaran, tetapi juga menjadi katalisator dalam mendorong pariwisata, perdagangan, dan konektivitas ekonomi yang lebih efisien dan inklusif, terutama di destinasi unggulan seperti Borobudur.
Rangkaian kegiatan Rupiah Borobudur Playon meliputi lari berjarak 5 Km dan 10 Km. Biaya registrasi peserta Rp175.000 untuk 5 Km dan Rp225.000 untuk 10 Km. Dari gasil registrasi ini terkumpul dana Rp 612.0000.000.
“Seluruh biaya registrasi ini akan didedikasikan untuk dukungan pengembangan sarana dan prasarana kesejahteraan masyarakat sekitar Candi Borobudur,” jelas Rahmat .
Ditambahka. dengan semangat “Lari untuk Berbagi”, diharapkan sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Daerah semakin kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, disektor perdagangan, perhotelan dan restoran.
Asisten Daerah Provinsi Jawa Tengah Sudjarwanto menyampaikan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan menurunkankan angka kemiskinan. Dengan bergerak bersama dan dukungan perbankan, perekonomian di Jawa Tengah akan terus meningkat, terutama dari sektor pariwisata yang mendukung pendapatan daerah.
” Saya berterimakasih kepada BI yang selalu konsisten dalam menghidupkan aktivitas perekonomian dan memberikan dorongan kepada perbankan untuk aktif memberikan pembiayaan,” katanya
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pada kesempatan yang sama turut dilaksanakan Awarding Ceremony Jasirah Race 2025 yang menandai berakhirnya perjalanan kompetitif 20 tim peserta dalam menuntaskan berbagai tantangan di lima kota, yaitu Semarang, Tegal, Purwokerto, Solo, dan Yogyakarta. Dimulai pada 25 Juli 2025 dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah serta sejumlah pemangku kepentingan, kegiatan ini menggabungkan unsur sejarah, digitalisasi, dan sistem pembayaran modern berbasis QRIS dalam format lintas kota menggunakan moda transportasi kereta api.
Sebagai bentuk apresiasi, Jasirah Race 2025 menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori Kunjungan Wisata Sejarah Menggunakan Kereta Api Menempuh Jarak Terpanjang, yakni lebih dari 600 kilometer. Penyelenggaraan kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi serta dukungan kolaboratif dari berbagai pihak, yaitu PT Kereta Api Indonesia, PT. GoTo Indonesia, Garuda Indonesia, perhotelan, pelaku UMKM, penyedia teknologi, hingga komunitas lokal. Keberhasilan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan sport tourism dan atraksi wisata sejarah tematik yang berkelanjutan di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Adapun para juara Jasirah Race 2025 1,2 dan 3 adah Eksodus: 19.414,28 pts,
Jaladara: 18.733,38 pts, dan
Atlas Warriors: 18.078,51 pts. (*)
Comments are closed.