Puhua School Ukir Sejarah, Jadi Satuan Pendidikan Aman Bencana Pertama di Banyumas
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Satu langkah besar baru saja diukir dalam dunia pendidikan dan kebencanaan di Kabupaten Banyumas. Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan (Puhua School) menorehkan sejarah sebagai sekolah swasta pertama di Banyumas yang resmi menyandang status Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Pengakuan tersebut bukan datang begitu saja, tetapi melewati serangkaian tahapan ketat selama dua bulan terakhir, mulai dari observasi teknis, diskusi lintas sektor, pemetaan risiko bencana berbasis INARISK BNPB, hingga simulasi gempa bumi, Puhua akhirnya dinyatakan layak. Sertifikasi SPAB diberikan langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Budi Nugroho, Jumat (25/7/2025).
“Ini bukan sekadar bangunan tahan gempa. Ini tentang bagaimana komunitas sekolah membangun budaya siaga dan sadar risiko. Puhua membuka jalan sebagai pelopor SPAB di Banyumas,” kata Budi Nugroho.
SPAB yang diresmikan mencakup seluruh jenjang pendidikan di Puhua, mulai dari KB-TK, SD, hingga SMP dan SMA. Sejak awal, sekolah ini memang memandang penting integrasi mitigasi bencana dalam lingkungan belajar. Bahkan siswa-siswa KB-TK pun sudah dilibatkan dalam simulasi evakuasi darurat dan menanamkan kesiapsiagaan sejak dini.
Tak hanya menyusun SOP tanggap darurat, sekolah ini juga telah membentuk Tim Siaga Bencana, memasang jalur evakuasi yang jelas, menyediakan sirine dan alat pemadam api ringan (APAR), hingga menyiapkan materi edukatif bencana yang terintegrasi dalam kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.

Investasi Jangka Panjang
Ketua Yayasan Putera Harapan Banyumas, Yudi Sutanto, Ph.D, menyebut langkah ini sebagai investasi jangka panjang dalam pendidikan berkelanjutan.
“Sekolah yang baik bukan hanya yang unggul secara akademik, tapi juga yang mampu melindungi, membentuk karakter tangguh, dan mengajarkan kepedulian. Ini adalah bentuk nyata komitmen kami,” ujar Yudi.
Ia menambahkan bahwa SPAB bukan proyek satu kali, melainkan proses berkelanjutan. Puhua akan menjalani monitoring dan evaluasi rutin, serta melanjutkan pelatihan, pelibatan siswa dalam mitigasi, hingga penyusunan modul bencana bersama kepala sekolah di semua unit.
“Kami ingin menjadikan sekolah ini tempat tumbuh yang aman bagi anak-anak. Karena belajar yang bermakna harus dimulai dari rasa aman,” tutup Yudi.
Langkah Puhua School ini pun membuka harapan baru bagi satuan pendidikan lainnya di Banyumas untuk mengikuti jejak yang sama. Di tengah ancaman bencana yang makin nyata, Puhua menunjukkan bahwa ketangguhan bukanlah pilihan, melainkan keharusan.
Comments are closed.