Gedung Belum Siap, Sekolah Rakyat Semarang Gunakan Fasilitas BBPVP
METROJATENG.COM, SEMARANG – Menunggu selesainya pembangunan gedung permanen di Rowosari, Sekolah Rakyat di Kota Semarang sementara akan digelar di Gedung Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP). Program pendidikan berbasis asrama ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mendapatkan layanan pendidikan yang layak.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, Heroe Soekendar, mengatakan bahwa penggunaan gedung BBPVP dipilih karena telah tersedia fasilitas ruang kelas dan asrama yang memadai.
“Lokasi sekolah rakyat sementara di gedung BBPVP karena sudah ada fasilitas kelas dan asrama,” kata Heroe.
Saat ini, berbagai persiapan teknis sedang dilakukan. Mulai dari verifikasi dan validasi calon siswa, hingga penyesuaian fasilitas agar proses belajar mengajar berjalan lancar. Fasilitas yang sebelumnya digunakan untuk pelatihan kerja akan dialihfungsikan menjadi empat ruang kelas dan asrama untuk mendukung kegiatan belajar.
Data sementara mencatat sebanyak 25 calon siswa tingkat SD dan 9 siswa jenjang SMA akan mengikuti program ini. Proses seleksi dilakukan ketat oleh Dinsos dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, menggunakan acuan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari pemerintah pusat.
“Kita gunakan data terpadu dan diverifikasi lagi agar tepat sasaran, betul-betul anak dari keluarga prasejahtera,” jelas Heroe.
Sekolah Rakyat sendiri merupakan program pendidikan alternatif dari pemerintah pusat bagi anak-anak yang terancam putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Selain pendidikan formal, siswa juga akan mendapat dukungan sosial dan fasilitas tempat tinggal selama masa belajar.
Heroe menambahkan, Pemerintah Kota Semarang telah mengusulkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di lahan seluas 1,9 hektar di Rowosari, Tembalang. Namun, prosesnya masih menunggu kajian dan persetujuan dari Kementerian Pertanian karena status lahannya merupakan tanah hijau.
“Kalau lahan Rowosari sudah siap, kemungkinan 2026 nanti semua akan dipindahkan ke sana. Tapi untuk tahun ini, kita maksimalkan fasilitas yang ada dulu di BLK,” tandasnya.
Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memperluas akses pendidikan inklusif bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Semarang.
Comments are closed.