Panen Raya Kopi di Negeri Kahyangan, Panen Melimpah-Harga Naik
METROJATENG.COM, MAGELANG – Di balik rimbun hijau dan udara sejuk kaki Gunung Merbabu dan Merapi, aroma kopi arabika menguar dari ladang-ladang Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Bukan sekadar musim panen, ini adalah waktu ketika “emas hitam” dari Negeri Kahyangan mencapai puncak keharumannya.
Bulan Mei hingga Agustus menjadi masa paling sibuk namun penuh sukacita bagi para petani kopi. Sukimin, Ketua Gapoktan Mekarsari, menyebut panen kali ini luar biasa.
“Sudah sembilan kali kami panen sejak Mei. Tahun ini lebih melimpah dan harganya juga bagus,” katanya dengan nada puas, Selasa (22/7/2025).
Harga biji kopi basah (cherry) kini menembus Rp14.000 per kilogram. Sementara biji kopi kering atau green bean melonjak hingga Rp150.000/kg, naik signifikan dari tahun lalu yang hanya Rp120.000/kg. Di balik angka-angka itu, tersimpan kisah perjuangan lebih dari 130 petani kopi yang menjaga 450 hektar lebih hamparan kebun di empat dusun.
Namun kopi Wonolelo bukan hanya soal rasa dan harga. Ia adalah bagian dari denyut wisata. Terletak di jalur menuju destinasi populer Negeri Kahyangan, para pelancong kerap berhenti mencicipi secangkir kopi hangat yang langsung diseduh dari biji pilihan.
“Kopi kami punya rasa buah yang khas. Wisatawan suka sekali, sering bawa pulang buat oleh-oleh,” ujar Supri, pengelola wisata Negeri Kahyangan.
Yang lebih istimewa, Wonolelo juga menjadi rumah bagi kopi luwak liar. Bukan dari kandang, melainkan dari jejak alami luwak yang hidup bebas di perkebunan. Setiap biji yang dikumpulkan menjadi harta bernilai, dengan harga mencapai Rp500.000/kg.
Sejak 2019, Gapoktan Mekarsari terus berbenah. Tak hanya bertani, mereka juga mengolah, mengemas, dan menjual langsung hasil panen. Para petani menjelma menjadi pelaku ekonomi lokal yang mandiri dan kreatif.
Di desa ini, kopi bukan hanya komoditas, tetapi juga budaya, warisan, dan magnet yang mengundang orang datang. Negeri Kahyangan tak hanya menawarkan lanskap alam yang memesona, tapi juga cita rasa yang tumbuh dari tanahnya sendiri.
Comments are closed.