Hari Ini, Sekolah Rakyat Serentak Dibuka di 63 Titik se-Indonesia
METROJATENG.COM, BOGOR – Harapan ribuan anak dari keluarga kurang mampu di Indonesia untuk memperoleh pendidikan berkualitas kini mulai terwujud. Program Sekolah Rakyat, gagasan Presiden Prabowo Subianto, resmi dimulai serentak di 63 titik seluruh Indonesia, Senin (14/7/2025), sebagai bagian dari langkah besar pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berasrama gratis.
Peluncuran nasional ini dipusatkan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Kabupaten Bogor yang berlokasi di Sentra Terpadu Inten Soewono (STIS), Cibinong, Jawa Barat. Hadir dalam pembukaan tersebut sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Menteri PAN-RB Rini Widyantini, hingga tokoh pendidikan Prof Muhammad Nuh dan pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar.
Tak sekadar sekolah gratis, Sekolah Rakyat dirancang sebagai sistem pendidikan modern yang menyeluruh. Para siswa yang berasal dari keluarga miskin ekstrem (Desil 1 dan 2) akan menempuh pendidikan secara berasrama dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Mereka mendapatkan fasilitas lengkap, seperti seragam delapan set, penguatan karakter, cek kesehatan berkala, hingga pemetaan bakat berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Mulai hari ini, ada 63 titik operasional Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Totalnya 256 rombel dengan 6.130 siswa. Ini bukan sekadar angka, tapi harapan baru bagi ribuan keluarga,” ujar Gus Ipul dalam sambutannya.
Salah satu keunggulan Sekolah Rakyat adalah penggunaan Learning Management System (LMS) dan modul digital yang membuat pembelajaran tetap dapat menjangkau wilayah-wilayah terpencil. Di sisi lain, pendidikan karakter juga menjadi perhatian utama. Siswa tidak hanya belajar akademik di siang hari, tapi juga mengikuti kegiatan keagamaan, kepemimpinan, dan penguatan nilai kehidupan di malam hari.
Untuk mengenali potensi siswa, Kementerian Sosial bekerja sama dengan ESQ Corp meluncurkan tes Talent DNA berbasis AI. Hanya dalam hitungan detik, aplikasi tersebut dapat menganalisis minat, bakat, hingga memberikan rekomendasi profesi yang sesuai untuk setiap murid.
“Saya sangat terkesan. Teknologi ini luar biasa, bisa bantu guru memahami anak didiknya lebih dalam,” ujar Ary Ginanjar saat mendemonstrasikan aplikasi kepada para pejabat.
Fasilitas Layak, Lingkungan Nyaman
Cak Imin, Gus Ipul, dan jajaran pejabat juga menyempatkan diri meninjau langsung fasilitas Sekolah Rakyat di STIS. Mulai dari asrama siswa, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga klinik kesehatan. Mereka bahkan mencoba kasur asrama yang akan digunakan siswa sebagai simbol bahwa kualitas tempat tinggal siswa tidak boleh kalah dengan sekolah-sekolah elit.
“Ini bukan hanya layak, tapi luar biasa. Semua sudah dipikirkan dengan detail,” ucap Cak Imin sambil duduk di atas salah satu kasur siswa.
Selain tempat tidur, setiap kamar asrama diisi oleh delapan siswa dan dilengkapi kipas angin, lemari, meja belajar, hingga jendela besar untuk sirkulasi udara. Para siswa juga akan menggunakan laptop pribadi yang sudah disediakan untuk mendukung kegiatan belajar.
Menariknya, para siswa akan menggunakan kartu digital multifungsi hasil kerja sama dengan BNI. Kartu ini tak hanya untuk identitas dan presensi, tetapi juga digunakan untuk akses makan, absensi ibadah, serta pelacakan kegiatan harian siswa. Dengan sistem ini, sekolah dan orang tua bisa memantau aktivitas anak secara real time.
Selain di Bogor, kegiatan MPLS juga berlangsung di 62 titik lain di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan 100 titik Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026. Sisanya, 100 titik tambahan sedang dalam proses pematangan, sebagian akan memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kementerian Ketenagakerjaan.
Dengan total 200 sekolah, lebih dari 20 ribu anak dari keluarga miskin akan mendapat akses pendidikan bermutu. Tak hanya itu, orang tua mereka juga akan dilibatkan dalam program pemberdayaan ekonomi agar transformasi keluarga berlangsung secara menyeluruh.
Comments are closed.