BGN Bangun Sistem Pengawasan Berlapis, Program Makan Bergizi Gratis Diawasi Ketat dari Hulu ke Hilir
METROJATENG.COM, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat mengantisipasi potensi penyelewengan dana dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Demi menjaga akuntabilitas dan keberlanjutan program prioritas nasional tersebut, BGN merancang sistem pengawasan berlapis yang diklaim mampu mengawasi dari perencanaan hingga eksekusi di lapangan.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan pihaknya telah menyiapkan dua struktur pengawasan internal yang saling melengkapi: Inspektorat Utama dan Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan. Keduanya berperan mengawasi operasional ratusan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
“Inspektorat bertugas mengaudit dan mengevaluasi dari sisi internal, sementara Kedeputian turun langsung ke lapangan untuk memantau teknis pelaksanaan. Ini adalah kombinasi pengawasan sistemik dan real-time,” tegas Dadan.
Salah satu kebijakan kunci yang diberlakukan BGN adalah larangan operasional SPPG sebelum dana operasional ditransfer. BGN mewajibkan sistem pembayaran di muka, guna mencegah terjadinya gangguan teknis di lapangan serta menghindari kasus keterlambatan pembayaran seperti yang sempat terjadi sebelumnya di Kalibata.
“SPPG baru boleh beroperasi setelah dana masuk. Ini untuk memastikan tidak ada tunggakan, dan kegiatan bisa langsung berjalan tanpa hambatan administratif,” ujar Dadan.
Untuk memperkuat transparansi, BGN juga menerapkan sistem distribusi dana berbasis virtual account, yang memungkinkan pelacakan transaksi secara real-time. Sistem ini tak hanya mempercepat proses, tapi juga mempermudah audit dan pengawasan oleh semua pemangku kepentingan.
Tegaskan Komitmen Kelembagaan
Tak berhenti di sistem keuangan, BGN juga memperkuat tata kelola kelembagaan demi memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi. Tujuannya jelas: membangun kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Program MBG sebagai bagian dari agenda prioritas Presiden.
“Program MBG bukan sekadar soal makan bergizi. Ini soal bagaimana negara hadir dengan sistem yang transparan, kuat, dan menjangkau setiap anak bangsa,” tutup Dadan.
Comments are closed.