Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Tanggul Laut Rp1,7 Triliun Segera Dibangun, Demak Bersiap Bebas dari Rob

METROJATENG.COM, SEMARANG – Harapan warga Demak untuk terbebas dari banjir rob kian nyata. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan pembangunan Hybrid Sea Wall atau tanggul laut hibrida akan dimulai pada Oktober 2025.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengungkapkan kepastian tersebut, usai memimpin rapat koordinasi bersama akademisi Universitas Diponegoro (Undip), BBWS Pemali-Juana, BPN Demak, hingga sejumlah dinas teknis.

“Alhamdulillah semua sudah final. Desain segera dimatangkan Juli hingga September, termasuk penentuan titik koordinatnya. Oktober insyaallah mulai pengerjaan,” ujarnya optimistis.

Proyek tanggul laut senilai Rp1,7 triliun ini tidak main-main. Selain membentang sepanjang 20–30 kilometer dari Sayung, Demak hingga Kedung, Jepara, proyek ini juga dirancang sebagai pekerjaan multiyears agar lebih teliti dan berdampak jangka panjang.

“Ini bukan proyek biasa. Ini soal menyelamatkan ribuan warga dari ancaman banjir yang datang hampir setiap tahun. Masyarakat Demak wajib mendapatkan perlindungan,” tegas pria yang akrab disapa Gus Yasin itu.

Teknologi Hijau, Perpaduan Beton dan Mangrove

Menariknya, Hybrid Sea Wall ini bukan hanya urusan beton dan alat berat. Ada sentuhan alam dalam desainnya. Konsep ini hasil riset Undip sejak 2012, yang memadukan struktur beton ringan berbentuk kelontong untuk menahan gelombang laut, serta pemanfaatan sedimentasi untuk menumbuhkan vegetasi mangrove.

“Beton menahan gelombang dari utara, sementara di sisi selatan akan tumbuh mangrove yang menjadi pelindung alami,” jelas Denny Nugroho Sugianto dari LPPM Undip.

Denny menambahkan, pendekatan ini sangat sesuai dengan karakter tanah pantai utara Jawa yang lunak. Ia berharap, keberhasilan di Demak bisa menjadi percontohan nasional.

Meski proyek ini dibiayai pemerintah pusat, keterlibatan masyarakat tetap krusial. Pemkab Demak diberi tugas untuk melakukan sosialisasi agar warga memahami manfaat dan proses pembangunan tanggul.

“Kami mohon dukungan semua pihak. Ini investasi besar untuk masa depan Demak,” pesan Gus Yasin.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, pada 2026 tanggul laut modern ini akan berdiri kokoh. Bukan hanya menahan rob, tapi juga menjadi simbol kolaborasi antara teknologi dan alam, demi masa depan pesisir yang lebih aman.

Comments are closed.