METROJATENG.COM, JAKARTA – Mimpi belajar ke luar negeri semakin nyata bagi 50 santri terbaik dari berbagai pesantren di Indonesia. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, mereka dinyatakan lolos tahap pertama Program Beasiswa Ta’lim ‘Attiq Maroko 2025, hasil kerja sama antara Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU dan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Islam Kerajaan Maroko.
Program beasiswa ini menjadi salah satu peluang emas bagi santri untuk mengembangkan wawasan dan studi keislaman langsung di jantung dunia Arab-Afrika, Maroko. Seleksi wawancara tahap pertama yang dilangsungkan secara daring pada Minggu, 8 Juni 2025, diikuti oleh 115 peserta dari total 144 pendaftar. Mereka mewakili ragam pesantren dari berbagai provinsi, dari Aceh hingga Lombok.
Dalam pengumuman resmi melalui Surat Keputusan RMI PBNU Nomor: 46/PB.04/A.II.01.70/9/06/2025, sebanyak 40 peserta dinyatakan lolos utama dan 10 sebagai peserta cadangan. Penandatanganan SK dilakukan oleh Ketua RMI PBNU KH Hodri Ariev dan Sekretaris RMI PBNU Nyai Hj Hindun Anisah.
Seleksi Ketat, Tanpa Titipan
Ketua RMI PBNU, KH Hodri Ariev, menegaskan bahwa seleksi dilaksanakan secara objektif, tanpa ruang untuk titipan.
“Semua proses ini kita laksanakan secara fair, berdasarkan kemampuan para santri. Tidak ada titip-menitip dalam seleksi ini,” ujarnya.
Para peserta yang lolos diminta segera melengkapi dokumen administrasi paling lambat 5 Juli 2025. Setelahnya, mereka akan mengikuti program inkubasi intensif yang dijadwalkan berlangsung Juli–Agustus 2025. Program ini menjadi masa persiapan menuju ujian muqabalah (seleksi akhir) oleh Kementerian Wakaf Maroko.
Yang membanggakan, seluruh biaya inkubasi, termasuk akomodasi dan pelatihan, ditanggung sepenuhnya oleh PBNU, menegaskan komitmen organisasi keislaman terbesar di Indonesia ini dalam mendukung pengembangan potensi santri.
Program ini bukan hanya soal studi ke luar negeri, tapi juga tentang mencetak generasi santri yang mampu berdialog dengan dunia internasional dan membawa nilai-nilai Islam Nusantara ke panggung global. RMI PBNU berharap, kelak para penerima beasiswa dapat menjadi jembatan intelektual dan budaya antara Indonesia dan dunia Islam.
“Santri yang akan berangkat ke Maroko ini bukan hanya membawa nama pesantrennya, tapi juga nama besar NU dan Indonesia. Kita doakan mereka sukses dan kembali sebagai ulama masa depan bangsa,” tutup Nyai Hj Hindun Anisah.
Daftar santri yang lolos beasiswa Maroko bisa dicek di link berikut,
https://storage.nu.or.id/storage/files/penetapan-peserta-lolos-seleksi-wawancara-tahap-1-beasiswa-santri-pbnu-maroko-tahun-2025-1_1750651820.pdf
Comments are closed.