Ini Cara Magelang Perangi TBC, Lawan Penyakit, Bongkar Stigma!
METROJATENG.COM, MAGELANG – Kabupaten Magelang sedang memacu langkah besar untuk menghadapi musuh lama, Tuberkulosis (TBC). Bukan hanya dengan pengobatan, tetapi juga dengan membongkar mitos yang menyesatkan dan mengubah cara masyarakat memahami penyakit ini.
Tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang mencatat estimasi kasus TBC mencapai 2.196 orang. Namun, baru 28 persen yang berhasil dijangkau dan mendapatkan pengobatan. Sebuah celah besar antara kenyataan dan harapan.
“Angka ini menunjukkan masih banyak yang belum terdeteksi, belum tersentuh layanan kesehatan, dan belum menyadari bahwa mereka mungkin membawa penyakit ini,” ujar Radita dari Dinas Kesehatan Magelang.
Dari 10.695 warga yang diperkirakan menjadi terduga TBC, baru sekitar 45 persen yang menjalani pemeriksaan. Bahkan, kasus TBC yang resistan terhadap obat (RO) mulai bermunculan, dengan tiga kasus sudah dikonfirmasi.
Tak hanya soal angka, masalah juga datang dari kurangnya pemahaman publik. Masih banyak mitos yang membuat orang enggan memeriksakan diri atau bahkan menolak pengobatan.
“Banyak yang percaya TBC itu penyakit keturunan atau hanya bisa menular lewat sendok garpu,” kata dr. Wildan Ferdian, Sp.P, dalam sesi edukasi publik bertajuk “Mitos dan Fakta TBC”.
Dokter spesialis paru ini meluruskan bahwa TBC adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis dan bisa menyerang organ tubuh lain, tidak hanya paru-paru. Ia juga menyoroti bahaya TBC laten — kondisi di mana seseorang sudah terinfeksi namun belum menunjukkan gejala.
“Sekitar sepertiga penduduk dunia membawa infeksi laten. Kalau sistem imunnya turun, bisa berkembang menjadi TBC aktif,” tambahnya.
Satu lagi miskonsepsi yang dibantah, pengobatan tak bisa berhenti meski gejala hilang. “Pasien sering berhenti minum obat setelah dua minggu merasa sehat. Ini yang bikin TBC makin sulit dikendalikan.”
Untuk menghadapi tantangan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang menggencarkan deteksi dini di kelompok berisiko, memperluas program terapi pencegahan (TPT), serta terus mengedukasi warga agar stigma terhadap pasien TBC bisa ditekan.
Upaya ini adalah bagian dari target eliminasi TBC di Kabupaten Magelang pada 2027. Karena bagi Kabupaten Magelang, melawan TBC bukan hanya soal menyembuhkan penyakit, tapi juga menyadarkan masyarakat, bahwa yang paling menular kadang bukan bakterinya, melainkan kesalahpahaman yang terus dipercaya.
Comments are closed.