Konvoi Dini Hari Gegerkan Solo, 10 Pemuda Diamankan Tim Sparta Polresta
METROJATENG.COM, SURAKARTA – Suasana lengang Kota Solo di Minggu dini hari (15/6/2025) mendadak riuh oleh deru puluhan motor yang berkonvoi melintasi pusat kota. Aksi mereka tak hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga memancing keresahan warga. Tak butuh waktu lama, Tim Sparta Sat Samapta Polresta Surakarta langsung turun tangan dan membubarkan kerumunan tersebut.
Konvoi dimulai sekitar pukul 02.00 WIB dari arah lampu merah Patung Wisnu menuju Jalan Ahmad Yani. Dengan menggeber motor, membawa bendera besar kelompok, dan memenuhi seluruh ruas jalan, iring-iringan pemuda ini membuat lalu lintas tersendat.
“Banyak warga yang terganggu, bahkan beberapa kendaraan hampir bersenggolan karena konvoi ini tidak memberi ruang,” ungkap Kasat Samapta Polresta Surakarta, Kompol Edi Sukamto.
Menerima laporan dari Call Center Tim Sparta, aparat segera melakukan pengejaran. Sebagian berhasil dihentikan di kawasan timur RS Panti Waluyo. Dari sana, polisi menggali informasi lebih lanjut tentang titik kumpul utama para pemuda tersebut.
Ketika petugas tiba di lokasi yang disebutkan – sebuah warung wedangan di dekat kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta – suasana berubah mencekam. Puluhan pemuda langsung kocar-kacir, meninggalkan motor dan barang bawaan.
Dari hasil penyisiran, polisi menemukan botol air mineral berisi minuman keras jenis ciu dan sejumlah atribut kelompok. Ternyata, para pemuda sempat berkumpul alias “kopdar” sebelum melakukan konvoi yang disebut sebagai bentuk unjuk kekuatan.
Akhirnya, sepuluh pemuda berhasil diamankan. Mereka berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Serengan, Laweyan, Jebres, hingga Sukoharjo. Bersama mereka, polisi menyita 8 motor, 3 kaos bergambar logo kelompok, 1 botol bekas ciu, dan 5 unit ponsel.
“Kesepuluhnya kami bawa ke Mapolresta untuk didata dan diperiksa. Orang tua masing-masing kami panggil, mereka harus buat surat pernyataan dan wajib lapor setiap Senin dan Kamis,” kata Kompol Edi.
Polisi menegaskan akan terus menggencarkan patroli dini hari demi menjaga keamanan kota dari gangguan sejenis.
“Ini bukan soal kebut-kebutan saja, ini soal menjaga Solo tetap aman dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.
Comments are closed.