Bon Cabai Petani Bligo Laris Manis, Jadi Solusi Jitu Saat Harga Anjlok
METROJATENG.COM, MAGELANG – Inovasi kreatif petani di Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, membuahkan hasil manis. Saat harga cabai segar terjun bebas, mereka tak panik, malah untung berlipat lewat produk olahan bernama bon cabai.
Nurweni merupakan salah satu petani setempat, yang selama dua tahun terakhir serius mengolah cabai menjadi bon cabai, bubuk pedas kering yang kini banyak diburu pasar. Prosesnya dilakukan bersama keluarga, dimulai dari pemilihan cabai merah keriting berkualitas, penjemuran selama dua hari jika cuaca mendukung, lalu digiling atau disangrai menjadi serbuk pedas siap pakai.
“Bon cabai ini punya nilai jual lebih karena langsung bisa dipakai untuk bumbu atau taburan makanan,” ujar Nurweni, Kamis (22/5/2025).
Yang menarik, dari 10 kilogram cabai segar hanya menghasilkan 1 kilogram bon cabai, namun keuntungannya jauh lebih stabil dan tahan fluktuasi pasar.
“Kalau panen melimpah dan harga cabai anjlok, justru ini momen terbaik untuk produksi bon cabai,” imbuhnya.
Tak hanya bon cabai, para petani juga mengolah cabai menjadi cabai kering, yang bisa disimpan dan dijual saat harga kembali naik. Inisiatif ini tak lepas dari peran Kelompok Tani Ngudi Rahayu IV, yang memiliki bangsal pascapanen dan rutin menggelar lelang cabai setiap hari.
“Kita juga banyak dapat permintaan dari luar daerah, seperti Semarang, tapi produksi masih terbatas karena kendala pengeringan dan cuaca,” kata Hartoto, pengurus kelompok tani tersebut.
Menurut Hartoto, produk olahan cabai punya peluang pasar yang sangat besar. Bon cabai kemasan 30 gram dijual Rp10.000, sementara cabai kering 100 gram dihargai Rp7.000. Meski permintaan tinggi, produksi masih belum mampu mengejar.
“Permintaan banyak, terutama dari luar kota. Tapi untuk sementara, kami fokus penuhi pasar lokal dulu,” jelasnya.
Inovasi para petani Bligo ini membuktikan, kreativitas di tengah krisis bisa jadi jalan keluar yang menguntungkan. Pedasnya cabai kini bukan cuma soal rasa, tapi juga strategi ekonomi yang cerdas.
Comments are closed.