Cara Efektif Atasi Demam Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu
METROJATENG.COM, SEMARANG — Demam adalah kondisi yang umum terjadi pada anak-anak dan sering menjadi penyebab utama kekhawatiran orang tua. Meski demam merupakan reaksi alami tubuh terhadap infeksi, penting bagi orang tua untuk memahami cara penanganan yang tepat agar tidak berujung pada komplikasi serius.
Menurut dr. Anisa Wulandari, Sp.A, dokter spesialis anak di RSUD Jakarta, demam didefinisikan sebagai kenaikan suhu tubuh di atas 38°C. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari infeksi virus seperti flu atau demam berdarah, hingga infeksi bakteri atau reaksi imun setelah imunisasi.
“Demam sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan tubuh. Saat sistem imun melawan virus atau bakteri, suhu tubuh meningkat. Namun, bila suhu terlalu tinggi atau berlangsung terlalu lama, itu bisa membahayakan, terutama pada anak-anak yang daya tahannya belum sekuat orang dewasa,” jelas dr. Anisa.
Langkah-Langkah Penanganan Demam di Rumah
Berikut adalah panduan lengkap dan praktis yang bisa dilakukan orang tua untuk menangani demam pada anak di rumah:
1. Pengukuran Suhu Tubuh Secara Akurat
Gunakan termometer digital untuk mengetahui suhu tubuh anak secara pasti. Letakkan di ketiak atau menggunakan termometer telinga untuk hasil yang cepat. Suhu tubuh ≥ 38°C menandakan demam, sementara suhu ≥ 39°C dianggap demam tinggi.
2. Pemberian Obat Penurun Panas
Obat antipiretik seperti paracetamol atau ibuprofen bisa diberikan jika suhu tubuh anak sudah mencapai 38°C atau lebih, dan anak terlihat tidak nyaman. Dosis harus disesuaikan dengan usia dan berat badan anak. Jangan memberikan aspirin pada anak karena berisiko menyebabkan sindrom Reye.
3. Kompres Hangat, Bukan Dingin
Mengompres tubuh anak dengan air hangat (bukan dingin) dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Kompres bisa diletakkan di dahi, ketiak, atau lipatan selangkangan selama 10–15 menit.
4. Berikan Cairan yang Cukup
Demam bisa menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Pastikan anak minum cukup air, susu, atau oralit. Untuk bayi, teruskan pemberian ASI atau susu formula.
5. Pakaian Tipis dan Nyaman
Jangan selimuti anak dengan pakaian tebal atau selimut berlapis-lapis, karena ini justru dapat memperparah demam. Pilih pakaian yang longgar dan berbahan katun.
6. Pastikan Anak Istirahat Total
Aktivitas berlebihan saat demam akan memperlambat pemulihan. Biarkan anak banyak beristirahat dan tidur.
Kapan Harus ke Dokter?
Meski sebagian besar demam bisa sembuh dengan perawatan rumahan, ada beberapa tanda bahaya yang harus diwaspadai:
-
Demam tidak turun setelah 3 hari
-
Suhu mencapai 40°C atau lebih
-
Anak tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, atau menangis terus-menerus
-
Muncul ruam di kulit
-
Kejang demam
-
Nafsu makan hilang total
-
Muntah atau diare terus-menerus
-
Sulit bernapas atau napas cepat
“Jika muncul gejala-gejala tersebut, segera bawa anak ke rumah sakit. Penanganan dini dapat mencegah risiko komplikasi seperti dehidrasi berat atau infeksi serius,” tegas dr. Anisa.
Sebagai langkah pencegahan, pastikan anak mendapat imunisasi lengkap, menjaga kebersihan tangan, mengonsumsi makanan bergizi, dan cukup tidur. Lingkungan rumah yang bersih juga akan mengurangi risiko penularan virus.
Demam pada anak adalah kondisi umum, tetapi perlu ditangani dengan bijak. Orang tua tidak perlu panik, namun harus tetap waspada dan memahami kapan harus memberikan perawatan di rumah, dan kapan perlu mencari pertolongan medis.
Comments are closed.