Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Kolaborasi TNI dan Kementan, Hadirkan Pompa Hydrant Untuk Petani Banyumas

METROJATENG.COM, BANYUMAS – Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, Rabu (9/10/2024), meresmikan pompa hydrant di kompleks Bendung Gerak Serayu, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. Kolaborasi TNI dengan Kementerian Pertanian (Kementan) ini, menghadirkan harapan baru bagi para petani di Rawalo, untuk bisa panen lebih dari sekali dalam satu tahun.

“Dengan pompa hydrant yang dibuat TNI berkolaborasi dengan Kementan ini, air dari Sungai Serayu bisa dialirkan ke area persawahan, termasuk ke desa yang paling jauh yaitu Desa Sanggreman. Harapannya, petani yang tadinya hanya bisa panen satu kali dalam setahun, nantinya bisa panen 2-3 kali”, kata Panglima TNI.

Untuk tahap pertama ini, pompa hydrant dapat mengairi tiga desa yaitu Desa Tambaknegara seluas 165 hektare, Desa Rawalo 98 hektare dan Desa Sanggreman 60 hektare, sehingga total ada 343 hektare lahan pertanian yang terjangkau oleh pompa hydran ini. Namun, jika pemasangan pipa sudah selesai semua, bisa menjangkau hingga 867 hektare.

Lebih lanjut Jenderal Agus memaparkan, dipilihnya pompa hydrant di wilayah Rawalo ini, karena aliran sungai berada di bawah area persawahan. Sehingga pada musim kemarau, air tidak bisa mengairi sawah. Melalui pompa hydran, air Sungai Serayu ditarik ke ketinggian dan kemudian melalui pompanisasi diserabkan ke wilayah-wilayah yang tidak terjangkau air saat kemarau.

“Selain di Banyumas, pompa hydrant ini juga sudah kita pasang di berbagai daerah lain seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Papua, total sudah ada 3.900 pompa hydrant yang terpasang dan kita akan terus buat, sesuai dengan kebutuhan petani”, terangnya.

Caption Foto : Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas, Jaka Budi Santoso menjelaskan cara kerja pompa hydrant yang terpasang di kawasan Bendung Gerak Serayu. (Foto : Hermiana).

 

Pembiayaan Murah

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas, Jaka Budi Santoso menjelaskan, pompa yang digunakan tidak menggunakan tenaga surya ataupun BBM, tetapi murni dengan tenaga air, sehingga biaya pemeliharaan murah dan petani tidak terbebani dengan biaya operasional.

“Air dari Bendung Gerak Serayu ini, kita ambil, masuk melalui pipa ke tempat penampungan. Ada 20 pompa yang dipasang dan buka tutup pomp aini berdasarkan tekanan air, sehingga petani tidak perlu membeli BBM ataupun memasang pembangkit tenaga surya, dari sisi pembiayaan ataupun pemeliharaan jelas jauh lebih murah”, tuturnya.

Joko mengatakan, jika sudah selesai semua, air dari pompa hydrant ini akan mampu menjangkau hingga 6 desa, sebagai tahap awal baru menjangkau 3 desa di Kecamatan Rawalo.

“Ini merupakan upaya TNI dan Kementan untuk peningkatan indeks pertanaman, dimana petani yang biasanya hanya bisa panen satu kali, diharapkan bisa meningkat menjadi 2-3 kali dalam satu tahun. Selain meningkatkan pendapatan petani, hal ini juga memperkuat ketahanan pangan kita”, ucap Jaka.

Selama proses pembangunan pompa hydrant ini, Dinpertan KP Banyumas aktif melakukan sosialisasi kepada para petani, hingga menyiapkan kelembagaan, survei serta membantu perizinan lahan.

“Kecamatan Rawalo, Jatilawang, Patikraja dan Wangon, termasuk lumbung pangan Kabupaten Banyumas, sehingga harus kita dukung dalam upaya peningkatan indeksi pertanaman”, tuturnya.

Salah satu petani dari Desa Tambaknegara, Harto menyatakan ucapan terima kasihnya kepada TNI serta Kementan, karena sudah berpuluh-puluh tahun petani di desanya hanya bisa menikmati panen sekali dalam satu tahun. Keberadaan pompa hydrant memberikan harapan baru untuk para petani, supaya bisa panen lebih dari satu kali dalam setahun.

“Pompa hydrant ini sangat bermanfaat bagi kami, terima kasih sekali kepada bapak-bapak TNI, dan juga terima kasih kepada Dinpertan KP Banyumas”, ucapnya. (ADV)

Comments are closed.