Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Pelatihan Mekanik PT Pertamina Lubricants, Asa Napi Lapas Cebongan, Yogjakarta Gapai Hidup Lebih Baik

Bertekad Buka Bengkel Agar Hidup Lebih Bermanfaat

Suara knalpot yang menderu-deru menambah semangat tiga orang narapidana dari Lapas Cebongan Yogjakarta untuk mengasah keterampilan mereka sebagai mekanik.  Meski tampak lelah mereka bertekad untuk melupakan masa lalu yang buruk dengan terus belajar  agar menjadi manusia yang lebih baik dan bisa bermanfaat bagi orang lain.

_____________________________________

Tri Sutristiyaningsih

_____________________________________

 

METROJATENG.COM, YOGJAKARTA – SUARA knalpot yang menderu-deru dan membuat bising Bengkel Enduro Sahabat Lapas di Lapas Cebongan, Sleman Yogjakarta membuat tiga narapidana semakin bersemangat untuk berlatih ketrampilan dibidang mekanik. Meski terlihat lelah mereka terus belajar dan mempraktikkan ilmu yang diperoleh dari pelatihan mekanik yang diselenggarakan PT Pertamina Lubricants (PTPL).

Denting kunci pas dan alat-alat bengkel yang terdengar seperti alunan musik membuat  Alvin (18), sangat enjoy untuk memperbaiki sepeda motor milik warga di sekitar Lapas Cebongan, Sleman Yogjakarta.  Remaja  yang mengaku tidak mengenal serba serbi dunia otomotif begitu  semangat  memperbaiki sepeda motor di Bengkel Enduro Sahabat Lapas di Lapas Cebongan.

Meski tak mengenal dunia otomotif Alvin bersemangat untuk mengenal dunia otomotif  lebih dalam. Dunia otomotif  menjadi hal baru baginya saat menjalani hukuman di Lapas Cebongan. Walau masih baru mengenal,  ia bertekad untuk terus belajar dan memperhatikan apa yang diajarkan para pelatih. Hasilnya berkat kerja keras dan pantang menyerah, ia mampu menjadi salah satu warga binaan pemasyarakatan (WBP)  yang terbaik di antara warga binaan lainnya dalam pelatihan ini.

“ Menjadi mekanik adalah pengalaman baru bagi saya.  Meski banyak menghadapi kesulitan, namun dengan tekad kuat dan mau belajar sungguh- sungguh akhirnya lulus menjadi mekanik terbaik dan memiliki sertifikat,” ungkap Alvin bangga.

Usai lulus menjadi mekanik bersertifikat, Alvin bertekad ingin membuka bengkel sendiri bersama-sama rekannya dan melupakan masa lalu yang buruk.

“ Saya setelah keluar dari Lapas Cebongan ingin membuka bengkel bersama rekan-rekan dan ingin hidup lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain. Saya tidak ingin melakukan pelanggaran hukum lagi,” ucapnya sedih.

Hal yang sama juga diungkapkan  Sulistyo (22),  salah satu dari tiga orang WBP Lapas Kelas IIB Cebongan, Sleman, Yogjakarta.  Ia mengaku senang mendapatkan pelatihan mekanik dari Pertamina Lubricants.

“Saya senang sekali mendapat pelatihan ketrampilan mekanik. Saya kini sudah bisa memperbaiki sepeda motor dan melakukan service untuk pelanggan,” ungkapnya.

Usai bebas nanti, Sulistyo memiliki harapan baru, untuk hidup lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain. Bekal ketrampilan dan sertifikat mekanik ini bisa  digunakan untuk bekerja di bengkel.

“Bila diberikan modal saya bersama rekan-rekan juga ingin membuka bengkel sendiri,” tambah Sulistiyo yang  telah mendapat pelatihan awal selama satu minggu, kemudian berlanjut pelatihan selama 20 hari, dan berhasil menjadi salah satu mekanik terbaik.

Mengutak-atik motor, lanjut Sulistiyo sudah menjadi  hobinya, sehingga urusan perbaikan sepeda motor bukan hal baru. Apalagi dengan  tambahan bekal pelatihan ketrampilan mekanik dari Pertamina Lubricants membuat dirinya optimis bisa menjalani hidup lebih baik dan melupakan masa lalu yang buruk.

Selama mengikuti pelatihan dan pembekalan yang diberikan Pertamina Lubricants, semua berjalan baik. Pelatihan yang diberikan bermacam-macam mulai pelatihan service ringan, ganti oli, membuka karburator dan lainnya.

“ Para teknisi mekanik dari Pertamina Lubricants juga sangat ramah, dan mengajari kami dengan baik, sampai kami paham dan bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dengan sabar,” jelasnya.

Sama halnya dengan Sulistiyo dan Alvin,  Nanang (25), juga bercita-cita ingin membuka bengkel sendiri bersama dua rekannya dengan bantuan Pertamina Lubricants setelah bebas nanti.  Ia mengaku ingin menjalani hidup lebih baik dan bisa bermanfaat bagi orang lain. Sebagai Napi memang tidak enak, untuk itu saya berharap masyarakat mau menerima kita,  setelah bebas nanti.

“ Pelatihan menjadi mekanik di Bengkel Enduro Sahabat  Lapas di Cebongan diharapkan bisa menjadi salah satu jembatan untuk membuka bengkel. Semoga habis lulus dari sini, nanti bisa buka bengkel sendiri, dan permodalannya bisa dibantu dari Pertamina,” ujar Nanang.

Sebelum terlibat kasus dan harus menjalani hidup dibalik jeruji  besi Nanang mengaku  sempat menjadi mekanik di salah satu bengkel. Ia mengaku sangat bersyukur sekali bisa mendapatkan pelatihan mekanik di Lapas Cebongan dan mendapat sertifikat sebagai mekanik.

“ Saya sangat bersyukur sekali bisa belajar lagi dengan guru – guru yang ahli dibidangnya. Apalagi usai lulus pelatihan  langsung mendapat sertifikat dari Pertamina. Sertifikat ini penting lho, karena bisa menjadi bekal untuk mencari pekerjaan yang lebih baik, kan jarang ada pelatihan yang langsung dapat sertifikat,” ungkap Nanang.

Diakui Nanang dengan pelatihan mekanik yang dijalaninya, ia mengaku dapat menjalani kehidupan di Lapas dengan baik. Kesibukannya berlatih ketrampilan mekanik di Bengkel Enduro Sahabat Lapas, sedikitnya  bisa melupakan masa lalu yang buruk dan menatap masa depan yang lebih baik lagi.

“Saya berharap masyarakat mau menerima kami lagi dengan baik,” harap Nanang.

Berbuat Baik – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). semangat mengikuti pelatihan mekanik untuk menjadi lebih baik di Bengkel Endura Sahabat Lapas yang diselenggarakan PT Pertamina Lubricants di Lapas Cebongan , Sleman Yogjakarta. (Ist/tya)

 

Hardiyanto Tato selaku Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants  (PTPL) menyampaikan menjadi warga binaan pemasyarakatan  atau lebih disebut sebagai narapidana memang tidak enak. Beban psikologis yang disandang sebagai Napi dan  stigma dari masyarakat yang akan diterima setelah Narapidana terbebas dari lembaga pemasyarakatan  tentunya akan menghambat mereka untuk berbaur dan bersosialisasi dalam masyarakat.

Apabila hal ini terjadi, maka peluang mereka untuk melakukan kejahatan kembali akan semakin besar. Sadar akan kondisi ini, pelatihan life skill bagi narapidana tentulah sangat diperlukan, agar pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki dapat membantu untuk berbaur dengan masyarakat sekitar, dan mencari pekerjaan.

“Pelatihan ketrampilan bagi narapidana ini sangat penting, agar setelah bebas mereka dapat mengembangkan diri untuk berkerja dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum lagi,” ungkap Hardiyanto.

Guna mengatasi dilema tersebut PT Pertamina Lubricants bekerjasama dengan Lapas Kelas IIB Sleman (Lapas Cebongan) rutin menggelar pelatihan bengkel mekanik untuk para Napi. Bahkan PTPL  meluncurkan promosi baru untuk Bengkel Enduro Sahabat Lapas di Lapas Cebongan.

Sertifikat Mekanik

Progam Enduro Sahabat Lapas (ESL) merupakan salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) milik PTPL yang mengusung konsep Creating Shared Value (CSV).

“Program ini  bertujuan membina kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)/narapidana pasca masa tahanan selesai untuk menjadi mekanik bersertifikasi melalui pelatihan keterampilan otomotif sepeda motor serta pemberian bantuan modal sarana pelayanan bengkel Enduro di lingkungan lapas,” ujarnya.

Pertamina Lubricants tidak hanya mengajari ketrampilan mekanik untuk para Napi, sebaliknya juga mengajak masyarakat untuk  melakukan service  sepeda motor di bengkel Enduro Sahabat Lapas di Lapas Cebongan, Sleman, Yogjakarta. Ini bertujuan agar masyarakat dapat menerima keberadaan Napi yang ingin hidup lebih baik lagi.

Untuk mendorong hal tersebut Pertamina Lubricants dan Lapas Cebongan,  menggelar promo penawaran menarik   yakni tambahan waktu kunjungan selama 30 menit untuk keluarga/pengunjung narapidana jika mengganti oli dan cuci motor di bengkel lapas.

Adanya promo tersebut tidak hanya keluarga narapidana yang menservicekan kendaraannya, tetapi masyarakat sekitar bengkel dan pegawai internal Lapas Cebongan turut berantusias memanfaatkan promo harga diskon dan juga kopi gratis dari UMKM Lapas.

Selain itu guna meningkatkan keahlian,  para WBP juga mendapatkan dukungan tambahan alat bengkel untuk memaksimalkan pelayanan mereka. Peralatan bengkel ini sangat membantu para Napi, mengingat jumlah pelangannya terus meningkat.

“Mari kita bersama-sama mensukseskan program ini dengan memanfaatkan bengkel yang ada di lapas untuk perawatan motor Bapak/Ibu. Turut ramaikan dan sebarluaskan promo-promo ini. Bersama kita rangkul dan dukung WBP untuk mendapatkan bekal masa depan yang lebih baik  agar para narapidana tidak melakukan pelanggaran hukum lagi.” ujar Hardiyanto.

Pelatihan mekanik untuk para narapidana lanjut Hardiyanto  saat ini juga dilakukan di Lapas Kelas IIA Balikpapan, Lapas Kelas I Kota Makassar, LPKA Kelas II Tomohon, dan Lapas Kelas IIA Sidoarjo, dan Lapas Kelas I Palembang.

“Saat ini kami support tambahan alat bengkel untuk memaksimalkan pelayanan bengkel, mengingat masyarakat sangatantusias untuk mempercayakan pelayanan servis kendaraan bermotornya ke Bengkel Endura Sahabat Lapas,” ujarnya.

Berkaca dari rangkaian kegiatan dalam program Enduro Sahabat Lapas, seperti pilot project di Lapas Kelas IIA Balikpapan, terdapat keberlanjutan pembinaan untuk WBP yang telah  menyelesaikan masa tahanan.

“Saat ini  terdapat dua orang mantan Napi membuka usaha bengkel dengan support dari kami,” ujar Hardiyanto.

Ia berharap inisiasi di Lapas Cebongan berjalan sukses. WBP yang telah mendapat pelatihan, dan menyelesaikan masa tahanan, bisa menuangkan kemampuannya pada bidang otomotif

“Pendampingan terus dilakukan, secara berkelanjutan. Bersama kita rangkul, dan dukung WBP untuk mendapatkan bekal masa depan yang lebih baik,” tutur Hardiyanto.

Program ESL ini lanjutnya, telah  dirintis di Lapas Cebongan sejak tahun 2021 secara bertahap. Rangkaian pelatihan yang diberikan antara lain pelatihan dasar mekanik, pelatihan otomotif lanjutan dan pengelasan, product knowledge, serta keterampilan berkomunikasi dengan konsumen maupun menumbuhkan kepercayaan diri.

PENDAMPINGAN – Suparno, Mitra Lapas dari LPKIPTTI (Ujung kiri), Ketua Lapas IIB Sleman, Kelik Sulistyanto (Tengah ), Ketua RT Bedingin, Marjono (Samping kiri Ketua Lapas), Hardiyanto Tato selaku Corporate Secretary PTPL, (Samping kanan Ketua Lapas), usai melakukan pendampingan pelatihan mekanik pada warga binaan pemasyarakatan
(WBP) di Lapas Cebongan yang diselenggarakan Bengkel Sahabat Lapas di Lapas Cebongan Yogjakarta. (Ist/tya)

 

Kepala Lapas Kelas IIB Sleman-Kelik Sulistyanto, Amd.IP, S.H. M.H, menyambut baik Pertamina Enduro yang telah menambah warna dari program bimbingan kerja (bimker) di lapas. Program ini menunjukan perhatian yang sangat  luar biasa kepada narapidana dan  mampu berkontribusi memberikan hidup, kehidupan, dan penghidupan baru bagi narapidana .

“Keberlanjutan pembinaan untuk WBP yang kompeten dan telah menyelesaikan masa tahanan, akan berpeluang mendapatkan dukungan untuk membuka usaha bengkel sendiri,” ungkapnya.

Kelik Sulistyanto menaruh harapan kepada WBP setelah kembali ke masyarakat, memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat. Berbekal ketrampilan inilah diharapkan para Napi dapat bekerja dan memperoleh penghasilan dari hasil keringatnya dan tidak akan pernah kembali ke Lapas

“Warga binaan punya keahlian dalam kegiatan perbengkelan yang bisa dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat. Mereka mampu menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain dan keluarganya,” ucap Kelik.

Harapan kami narapidana ini, dapat memberikan motivasi kepada warga binaan lain untuk terus memperbaiki diri dan menghindari perbuatan yang melanggar hukum.

“Bila mereka sudah mandiri dan dapat menghidupi dirinya sendiri, otomatis mereka tidak akan melanggar hukum lagi, dan hidupnya akan berguna untuk diri sendiri dan orang lain,” tegas Kelik.

Ditambahkan adanya pelatihan mekanik  ini warga binaan akan lebih siap saat kembali ke masyarakat. Karena dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang pernah di asah di Lapas, dan dengan sertifikat mekanik yang dimiliki akan menjadi bekal hidup mereka untuk mencari pekerjaan yang lebih baik lagi.

“Saya berharap masyarakat tidak mengucilkan mereka dan mau menerimanya, karena mereka sudah menyesali perbuatan dengan menebus kesalahan di Lapas,” ucap Kelik.

Sementara itu ketua RT Bedingin, kabupaten Sleman Yogjakarta, menyambut baik pelatihan mekanik yang diselenggarakan PTPL. Diharapkan dengan keahlian yang dimiliki, mereka bisa bekerja lebih baik dan tidak melakukan pelanggaran hukum

“Warga Bedingin juga sangat antusias dan  tidak takut untuk melakukan service ringan kendaraan di Bengkel Enduro Sahabat Lapas di Lapas Cebongan. ” ucap  Marjono.

Sebagai warga  yang baik,  masyarakat juga diminta menerima para Napi  dengan baik pula. Karena dengan sikap yang baik diharapkan  mereka tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.

” Mereka membutuhkan kita. Untuk memulai hidup yang baru setelah keluar dari Lapas, untuk menjadi orang yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain. Jadi jangan kucilkan mereka,” tambahnya. (*)

 

Comments are closed.