Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Relawan Gus AL Gotong-Royong Bersihkan Rumah Ibadah

METROJATENG.COM, BANJARNEGARA – Akhir pekan, diisi relawan Gus Ahmad Luthfi (Gus AL) dengan gotong-royong membersihkan rumah-rumah ibadah. Mulai dari mushola, gereja hingga tempat ibadah Tridharma. Puluhan relawan bahu-membahu dengan warga lintas agama.

Pendeta Lucas dari Gereja Sidang Jemaat Allah Doulos mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan relawan Gus AL. Menurutnya, kegiatan bersih-bersih tempat ibadah lintas agama ini, menunjukan bahwa relawan Gus AL sangat menghargai dan menghormati keberagaman.

“Ini sebuah gerakan yang menunjukan bahwa para relawan Gus AL sangat menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman”, ucapnya.

Dalam kegiatan bersih-bersih rumah ibadah, relawan Gus AL bersama dengan Komunitas Ngopi dari berbagai lintas agama membekali diri dengan berbagai peralatan kebersihan, seperti sapu, kain lap dan cat tembok.

“Kebersamaan dan kegembiraan tergambar selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini sebagai bukti nyata bahwa antar umat beragama dapat saling menerima, saling menghormati keyakinan masing-masing dan yang utama saling tolong menolong dan bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama”, kata Pendeta Lucas.

Pada kesempatan tersebut Pendeta Lucas juga turut mendoakan dan mendukung Ahmad Lutfi agar menjadi gubernur Jateng serta menjadi tokoh yang meneladani keragaman dan kebersamaan antar lintas agama.

Workshop

Sementara itu, usai melakukan kegiatan bersih-bersih rumah ibadah, relawan Gus AL menggelar workshop tengan tema ‘Ngobrol Santai, Nulis Jadi Cuan’ untuk para mahasiswa STAI Tanbihul Ghofilin. Para mahasiswa terlihat antusias mendengarkan penjelasan dari relawan Gus AL sehubungan dengan materi yang diberikan, yaitu seputar bagaimana menghasilkan pendapatan dari hobi menulis, teknik penulisan script film, dan tips bagaimana menyampaikan informasi dengan baik.

Tema-tema yang diberikan oleh narasumber sangat pas dengan trend yang sedang terjadi saat ini, yaitu bagaimana menghasilkan pendapatan dari hobi menulis. Hadir dalam workshop, Ketua Relawan Gus AL, KH. Khayatul Makki yang biasa disapa dengan Abah Khayat.

“Sebagaimana kerap saya sampaikan, antri harus bisa menjadi persegi seperti meja, yaitu santri harus kaya akan ilmu pengetahuan termasuk paham bagaimana memanfaatkan hobi menulis agar tidak sia-sia”, tuturnya.

Comments are closed.