Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Peran Panwaslucam Sangat Vital

75 Panwaslucam Wonogiri Dilantik

0

 

METROJATENG.COM WONOGIRI  Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Antonius Joko Wuryanto mengatakan, Pemilihan Serentak Tahun 2024 adalah salah satu pilar utama dalam pelaksanaan sistem demokrasi. “Keberhasilan penyelenggaraan pemilihan serentak Bupati, Wakil Bupati dan Gubernur, Wakil Gubernur yang demokratis tidak hanya ditentukan oleh integritas penyelenggara, tetapi juga oleh peran aktif masyarakat dan pengawasan yang ketat. Di sinilah peran saudara-saudara sekalian sebagai Panwaslu Kecamatan sangatlah vital,” katanya pada acara  pelantikan dan pembekalan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan pada Pemilihan Serentak 2024 se-Kabupaten Wonogiri di edung Saraswati di Jalan RM Said Joho Lor, Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri, Jumat ( 24/5).

Acara tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri Antonius Joko Wuryanto, SH beserta jajaran,  jajaran Forkompinda, anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan se-Kabupaten Wonogiri dan tamu undangan lainnya.

Lebih lanjut Ketua Bawaslu menuturkan, Panwaslu Kecamatan adalah garda terdepan dalam memastikan proses demokrasi berjalan sesuai dengan aturan dan prinsip keadilan.

“Tugas saudara tidaklah ringan, namun sangat mulia dan krusial bagi keberlangsungan demokrasi di negeri ini. Oleh karena itu, saya ingin menekankan beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Dia meminta agar Panwaslu Kecamatan menjalankan tugas dengan penuh integritas dan profesionalisme, hindari segala bentuk intervensi dan godaan yang dapat merusak kredibilitas pengawasan pemilihan serentak tahun 2024, ingatlah bahwa integritas adalah modal utama dalam menjalankan amanah ini.

Ditambahkannya, pelaksanaan pengawasan Pemilihan Serentak memerlukan kedisiplinan dan rasa tanggungjawab yang tinggi.

“Saudara harus siap siaga dalam setiap tahapan pemilihan ini mulai dari persiapan, pelaksanaan, penghitungan suara hingga selesainya seluruh tahapan pemilihan serentak tahun 2024 ini,” tegasnya.

“Pengawasan pemilihan serentak tidak bisa dilakukan sendiri, perlu adanya kerja sama dan koordinasi yang baik dengan berbagai pihak, termasuk dengan KPU, aparat keamanan, Pemerintah Daerah dan warga masyarakat. Bangunlah komunikasi yang efektif untuk memastikan setiap masalah dapat diatasi dengan cepat dan tepat,” lanjutnya.

Dia juga menekankan akan pentingnya netralitas. “Pastikan bahwa saudara tetap netral dan tidak memihak kepada siapapun karena Netralitas adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses pemilihan serentak tahun 2024 ini,” ulasnya.

“Kita semua memiliki tanggungjawab besar dalam menjaga marwah demokrasi, saya yakin dan percaya, dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, saudara-saudara dapat menjalankan tugas ini dengan baik. Jadikanlah amanah ini sebagai ladang ibadah dan kontribusi nyata bagi Bangsa dan Negara Republik Indonesia ini,” sambungnya.

Dia mengucapkan selamat dan sukses kepada 75 orang dari 25 Kecamatan di wilayah Kabupaten Wonogiri yang telah dilantik sebagai Panwaslu Kecamatan.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kemudahan, kekuatan, kesabaran, dan perlindungan kepada kita semua dalam menjalankan tugas dan amanah ini, sekian dan terima kasih,” tandasnya.

Sementara sambutan Bupati Wonogiri yang dibacakan Plh Sekda FX Pranata mengatakan giat ini dalam rangka menciptakan suksesnya pemilihan kepala daerah serentak yaitu pemilihan gubernur dan pemilihan wakil gubernur Jawa Tengah serta pemilihan bupati dan wakil bupati.

“Dinamika yang berkembang dalam masyarakat menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah terus berkembang sehingga perlu dilaksanakan pengawasan sehingga akan melahirkan proses demokrasi yang sehat dan berdaulat,” ujarnya.

Dikatakannya, tugas mengawasi pelaksanaan Pemilu pada tanggal 14 Februari 2014 telah berhasil dilaksanakan dengan baik di Kabupaten Wonogiri. “Selanjutnya tentu telah menanti satu tugas pengawasan yakni Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada Rabu Pon 27 November 2024, tentunya ada perbedaan pada pola dan strategi pengawasan yang dilakukan pada pemilihan umum tanggal 14 Februari yang lalu,” ulasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.