Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Mantan Karyawan Bank BUMN di Kebumen Palsukan Uang untuk Membeli Sate

0

METROJATENG.COM, KEBUMEN – Mantan karyawan sebuah bank BUMN di Kabupaten Kebumen memalsukan uang untuk membeli sate. Tersangka IL (26), warga Desa Pakuran, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, memanfaatkan keteledoran para pedang kecil untuk melancarkan aksinya.

Kapolres Kebumen, AKBP Recky melalui Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP La Ode Arwansyah mengatakan, tersangka sudah beberapa kali melakukan transaksi menggunakan uang palsu untuk membeli sate dan terakhir pada hari Jumat (19 /4 /2024) di Pasar Selang Kebumen.

“Untuk korban bisa disimpulkan adalah pedagang kecil. Di Pasar Selang Kebumen, korban adalah penjual sate”, jelas AKP La Ode Arwansyah didampingi Kasihumas AKP Heru Sanyoto dan Kanit Tipidter Satreskrim Polres Iptu Axel Rizky Herdana, Senin (6/5/2024).

Menurut AKP La Ode, peristiwa peredaran uang palsu terungkap setelah korban curiga uang yang digunakan untuk membayar sate di warungnya terdapat kejanggalan jika diteliti lebih detail. Korban sendiri telah menerima uang palsu dari tersangka sebanyak tiga kali dengan pecahan 100 ribuan, sehingga ia melaporkan kejadian tersebut ke petugas Sat Reskrim.

Tak lama kemudian petugas datang dan melakukan penyelidikan kepada tersangka. Kepada polisi IL telah melakukan transaksi sebanyak tiga kali dengan uang palsu pecahan 100 ribuan untuk membeli sate di warung milik korban.

Barang Bukti

Setelah mengamankan tersangka, petugas menemukan barang bukti lembaran kertas HVS bergambar uang pecahan 100 ribuan sebanyak 108 lembar, gunting dan lem kertas di rumah kontrakan tersangka di Kelurahan Panjer, Kebumen.

“Tersangka membuat uang palsu dengan cara menempelkan sebagian uang asli dengan gambar uang kertas yang telah diprint. Jadi sebagian asli, sebagian lainnya adalah palsu”, jelas AKP La Ode Arwansyah.

Untuk mengelabui korban, uang asli dibelah menjadi dua. Lalu bagian lainnya yang kosong ditutup menggunakan gambar uang palsu.

Cara ini ia dapatkan saat menjadi karyawan di sebuah bank BUMN di Kebumen. Tersangka pernah mendapatkan uang palsu dengan kemasan seperti yang dibuatnya sekarang .Setelah tidak bekerja di Bank, tersangka mencoba membuat uang palsu seperti yang ditemukan di Bank beberapa waktu lalu.

Dari kejahatannya itu, tersangka akan mendapatkan keuntungan uang asli dari hasil kembalian pembelian sate. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 35 Ayat (1), (3), Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun penjara dan pidana denda Rp 50 miliar.

Leave A Reply

Your email address will not be published.